Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang dikaitkan dengan pimpinan Egianus Kogeya mengklaim enam anggotanya mengalami luka-luka dalam dugaan serangan udara di wilayah Nduga, Papua Pegunungan.
Serangan tersebut disebut terjadi pada Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 04.30 WIT. Klaim itu disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB pada Rabu (23/9/2026), berdasarkan laporan dari wilayah Kodap III Ndugama Derakma.
Menurut pihak TPNPB, serangan melibatkan dua unit pesawat yang mereka sebut sebagai pesawat tempur. Kelompok tersebut juga mengklaim serangan menggunakan bom dan tembakan hingga menyebabkan sejumlah anggotanya terluka serta merusak markas mereka.
Sejumlah laporan media Papua menyebut TPNPB kemudian mengidentifikasi pesawat yang diduga digunakan sebagai Super Tucano. Namun, informasi mengenai jenis pesawat, jumlah unit, lokasi pasti serangan, tingkat kerusakan, serta jumlah korban tersebut belum terverifikasi secara independen.
Egianus Kogeya dalam pernyataannya menegaskan pasukannya tetap bertahan menghadapi operasi keamanan yang berlangsung di wilayah Ndugama.
Di sisi lain, TPNPB meminta aparat keamanan menghentikan penggunaan pesawat, helikopter, dan persenjataan berat, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan permukiman warga. Mereka menyatakan penggunaan persenjataan tersebut dikhawatirkan menimbulkan korban dari kalangan sipil.
Hingga laporan ini disusun, belum terdapat konfirmasi independen yang memastikan seluruh detail mengenai dugaan serangan udara pada 18 September tersebut.
Okezone juga melaporkan bahwa pihak Puspen TNI masih melakukan pengecekan terhadap informasi mengenai dugaan serangan terhadap markas kelompok Egianus Kogeya.
Dengan demikian, informasi mengenai enam anggota TPNPB yang terluka dan kerusakan markas dalam serangan udara tersebut masih merupakan klaim dari pihak TPNPB dan belum dapat dipastikan secara independen.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
