Ratusan Kayu Gelondongan Raksasa Hantam Perahu Nelayan Sumenep

Ratusan Kayu Gelondongan Raksasa Hantam Perahu Nelayan Sumenep
liputanjayaraya.com,

Ratusan kayu gelondongan berukuran raksasa tiba-tiba terdampar di pesisir Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Material kayu yang terbawa gelombang laut itu bahkan menghantam sejumlah perahu nelayan hingga mengalami kerusakan.

Kayu-kayu tersebut diperkirakan memiliki diameter sekitar 1,5 meter dengan panjang mencapai 12 meter. Hingga kini, asal-usul ratusan gelondongan tersebut belum diketahui.

Sedikitnya enam perahu nelayan rusak setelah dihantam kayu. Lima perahu berada di Desa Bicabbi, sementara satu lainnya berada di Desa Dungkek. Kerusakan mayoritas berupa kebocoran dengan tingkat kerusakan mulai sedang hingga berat.

“Yang rusak ada lima di Bicabbi, satu di Dungkek. Mayoritas bocor, ada yang sedang sampai berat,” kata Madsudi, warga Desa Bicabbi.

Ancaman belum berakhir. Gelombang dan pasang surut laut masih membuat kayu-kayu berukuran besar tersebut bergerak dan berpotensi menghantam perahu lain.

Data kerusakan pun dikhawatirkan terus bertambah. Sekitar 50 perahu nelayan lainnya disebut ikut terdampak karena berada di kawasan yang dilalui gelondongan kayu, meski sejauh ini belum seluruhnya mengalami kerusakan.

“Data ini berpotensi terus bertambah karena kayu terus diterpa pasang surut ombak,” ujar Madsudi.

Kondisi tersebut membuat sejumlah nelayan harus berjaga sepanjang malam. Mereka khawatir gelondongan kayu kembali terbawa ombak dan menghantam perahu yang sedang ditambatkan.

Petugas Tagana Sumenep, Buzairi, mengatakan sebagian nelayan bahkan harus menghabiskan waktu semalaman untuk mengawasi kondisi perahu mereka.

“Semalaman menjaga perahu karena khawatir kayu terbawa ombak dan menghantam perahu,” jelasnya.

Gelondongan kayu mulai berdatangan pada Sabtu (19/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Hingga malam hari, material tersebut terus terbawa arus dan gelombang laut hingga memenuhi sejumlah titik pesisir, termasuk Desa Bicabbi, Desa Romben Guna, dan Desa Dungkek.

Sampai saat ini belum diketahui secara pasti dari mana ratusan kayu berukuran jumbo tersebut berasal. Warga menduga material itu terbawa arus laut sebelum akhirnya terdampar di pesisir Dungkek.

Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan penanganan dan memastikan asal material tersebut. Sebab, selama gelondongan masih bergerak mengikuti pasang surut dan gelombang, ancaman terhadap keselamatan perahu nelayan masih terus berlangsung.

Ratusan gelondongan kayu kini bukan hanya menjadi pemandangan tak biasa di pesisir Dungkek, tetapi juga ancaman nyata bagi aktivitas nelayan setempat.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *