Ribuan Anggota PSHT Bentrok dengan Aparat Saat Hendak Datangi Kantor Debt Collector di Surabaya

Ribuan Anggota PSHT Bentrok dengan Aparat Saat Hendak Datangi Kantor Debt Collector di Surabaya
liputanjayaraya.com,

Ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terlibat bentrok dengan aparat gabungan TNI dan Polri saat berupaya mendatangi kantor debt collector di Jalan Teuku Umar, Surabaya, Jumat (31/7).

Insiden terjadi setelah massa dihadang aparat di persimpangan Jalan RA Kartini, sekitar 200–300 meter dari lokasi tujuan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa yang mayoritas mengenakan pakaian serba hitam dan membawa atribut PSHT mencoba menerobos barikade petugas.

Ketegangan meningkat ketika aparat menahan laju massa agar tidak bergerak menuju kantor debt collector.Sebagian massa kemudian melemparkan botol, batu, dan potongan kayu ke arah aparat.

Akibatnya, seorang personel TNI dilaporkan mengalami luka akibat terkena lemparan benda keras. Aparat tetap mempertahankan blokade untuk mencegah massa mencapai lokasi yang dituju.

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari unjuk rasa yang sebelumnya digelar ribuan anggota PSHT di Mapolrestabes Surabaya.

Massa menuntut aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus pembacokan terhadap salah seorang anggota mereka yang diduga dilakukan oleh oknum debt collector.

Dalam aksi di depan Mapolrestabes, perwakilan massa menyampaikan kecaman terhadap tindakan kekerasan yang disebut dilakukan oleh oknum penagih utang.

Mereka menilai praktik premanisme yang mengatasnamakan debt collector harus ditindak secara tegas.

“Kami mengkritik aksi debt collector yang melakukan kekerasan kepada saudara kami. Ini merupakan kebiadaban premanisme yang berkedok debt collector,” ujar salah seorang orator dalam aksi tersebut.

Menurut pernyataan massa, korban pembacokan merupakan anggota PSHT yang bekerja sebagai juru parkir di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Surabaya.

Mereka menilai tindakan pelaku telah menimbulkan keresahan dan mendesak kepolisian segera menangkap seluruh pihak yang terlibat.

Selain meminta penangkapan pelaku, massa juga mendesak proses hukum dilakukan secara objektif dan transparan.

“Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara ini secara objektif dan memberikan kepastian hukum. Kami percaya hukum yang adil akan menjaga kepercayaan publik,” kata orator.

Hingga berita ini ditulis, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi eskalasi situasi.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai jumlah korban maupun perkembangan penanganan kasus pembacokan yang menjadi pemicu aksi tersebut.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *