Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Tembus 746 Orang

Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Tembus 746 Orang
liputanjayaraya.com,

Jumlah korban dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Jumat (4/9/2026), sebanyak 746 orang tercatat mengalami keluhan dan mendapatkan penanganan medis.

Para korban merupakan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta pelajar dari sejumlah sekolah di kawasan Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr Lakhsmita Herawati, mengatakan angka 746 merupakan akumulasi pasien yang telah dihimpun oleh Dinas Kesehatan. Data tersebut mencakup pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit maupun warga yang berobat ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.

“Update korban keracunan makanan Ponpes Manbaul Hikam yang merasakan keluhan dan mendapatkan perawatan medis di fasyankes, total ada 746 pasien,” ujar Lakhsmita saat dikonfirmasi, Jumat (4/9/2026).

Kasus tersebut bermula setelah ratusan santri dan pelajar mengonsumsi menu MBG pada Selasa (1/9/2026) siang.

Makanan yang dibagikan diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin. Menu yang dikonsumsi terdiri atas nasi putih, orak-arik telur, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, serta buah apel.

Tidak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah santri dan pelajar mulai mengalami berbagai keluhan kesehatan. Gejala yang dilaporkan antara lain mual, muntah, pusing, dan gangguan pencernaan.

Dugaan keracunan kemudian meluas setelah keluhan serupa dialami oleh warga sekolah lainnya. Sedikitnya 19 sekolah di kawasan Kalitengah turut terdampak.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap para korban. Sementara itu, penyebab pasti munculnya gejala pada ratusan penerima MBG tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi lebih lanjut.

Pihak terkait juga perlu memastikan keamanan makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada para penerima manfaat program MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Hingga kini, total 746 pasien telah tercatat mendapatkan pelayanan medis. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan dan pemeriksaan terhadap warga yang mengalami keluhan.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *