Diduga Keracunan Makanan MBG, 211 Siswa di Kediri Terdampak, Distribusi Program Dihentikan Sementara

Diduga Keracunan Makanan MBG, 211 Siswa di Kediri Terdampak, Distribusi Program Dihentikan Sementara
liputanjayaraya.com,

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kediri untuk sementara dihentikan menyusul dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Kras.

Hingga Selasa (28/7/2026), Pemerintah Kabupaten Kediri mencatat sedikitnya 211 siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang didistribusikan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Para siswa dilaporkan mengalami gejala yang hampir seragam, mulai dari nyeri perut, mual, pusing, muntah, hingga diare. Gejala tersebut muncul beberapa jam setelah mereka menyantap menu MBG pada Kamis (23/7/2026) dan terus bertambah dalam beberapa hari berikutnya.

Kasus ini melibatkan sejumlah sekolah di Kecamatan Kras, di antaranya SMP Negeri 1 Kras, MI Barokah, SD Negeri Purwodadi, serta TK Kusuma Mulya Krandang.

Bertambahnya jumlah korban membuat pihak sekolah bersama orang tua segera melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas kesehatan setempat untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, mengatakan hingga saat ini masih terdapat dua siswa yang menjalani perawatan di RS Ahmad Dahlan.

Sementara itu, pemerintah daerah memutuskan menghentikan sementara distribusi MBG dari SPPG terkait sebagai langkah antisipasi sambil menunggu hasil investigasi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri telah melakukan penyelidikan epidemiologi serta mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa.

Hingga kini, pemerintah menegaskan bahwa penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan sehingga belum dapat dipastikan sebagai keracunan makanan dari menu MBG.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak dan memunculkan desakan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dievaluasi secara menyeluruh, terutama terkait standar keamanan pangan, proses pengolahan, distribusi makanan, serta pengawasan kualitas di setiap SPPG.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *