Pria 70 Tahun Meninggal di Penginapan Parangtritis,

Pria 70 Tahun Meninggal di Penginapan Parangtritis,
liputanjayaraya.com,

Seorang pria berinisial P (70), warga Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, meninggal dunia saat berada di sebuah penginapan di kawasan Pantai Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, Kamis (30/7/2026).

Polisi menyatakan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan menduga kematian dipicu oleh kondisi kesehatannya.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa bermula ketika seorang perempuan berinisial SA (40), warga Imogiri, datang ke penginapan sekitar pukul 09.00 WIB untuk menunggu korban.

“Sekitar pukul 10.00 WIB korban datang ke lokasi, kemudian bersama saksi menyewa kamar di penginapan tersebut,” kata Rita, Jumat (31/7/2026).

Tak lama setelah berada di dalam kamar, korban tiba-tiba mengalami kejang dan terjatuh.
“Saat sedang berada di dalam kamar, korban mendadak tengkurap dan mengalami kejang-kejang,” ujar Rita.

Melihat kondisi tersebut, SA segera keluar kamar untuk meminta pertolongan kepada seorang saksi berinisial ADS (26). Bersama warga lainnya, ASJ (51), mereka memeriksa kondisi korban yang saat itu sudah tidak memberikan respons.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Kretek. Polisi bersama petugas medis yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Dari pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu tidak ditemukan luka maupun lebam pada seluruh bagian tubuh jenazah,” kata Rita.

Kapolsek Kretek AKP Joko Mulyono mengatakan korban dan SA belum sempat melakukan hubungan intim saat kejadian berlangsung.
“Belum berhubungan, masih pakaian lengkap,” ujarnya.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan obat-obatan yang diduga berkaitan dengan kematian korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kematian P diduga berkaitan dengan riwayat kesehatannya.

“Tidak ada obat, tidak ada unsur penganiayaan, kemungkinan gagal jantung,” kata Joko.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kretek, Ipda Kismanto, mengungkapkan kondisi fisik korban memang telah menurun. Menurutnya, korban sempat mengalami kecelakaan beberapa waktu sebelum kejadian sehingga kondisi kesehatannya belum pulih sepenuhnya.

“Memang kondisi fisiknya sudah lemah, jalannya sudah sempoyongan juga,” ujar Kismanto.
Terkait hubungan korban dengan SA, polisi menyebut keduanya saling mengenal dan telah beberapa kali bertemu sebelumnya.

Pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *