Kabar menggembirakan datang dari kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo, Riau. Seekor anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) lahir dengan selamat di Camp Elephants Flying Squad, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.
Kelahiran satwa langka ini menjadi kabar penting bagi dunia konservasi Indonesia. Gajah Sumatera saat ini berstatus sangat terancam punah akibat tekanan habitat, konflik dengan manusia, hingga perburuan liar yang terus mengancam populasinya di alam.
Anak gajah tersebut merupakan keturunan dari induk bernama Ria, gajah jinak berusia 55 tahun yang telah lama menjadi bagian dari program Flying Squad di Tesso Nilo. Bayi berjenis kelamin betina itu menjadi anak kelima yang dilahirkan Ria.
Peristiwa kelahiran itu pertama kali diketahui oleh mahout atau pawang gajah bernama Erwin Daulay pada pagi hari saat hendak memindahkan Ria menuju area penggembalaan.
Saat tiba di lokasi ikatan, Erwin mendapati seekor bayi gajah sudah berdiri di samping induknya. Kondisi ari-ari yang masih berada di lokasi menunjukkan bahwa proses kelahiran baru saja terjadi beberapa saat sebelumnya.
Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, mengatakan pihaknya segera menerima laporan dan langsung melakukan pemeriksaan di lapangan.
“Saat akan memindahkan Ria ke tempat angonan, mahout mendapati Ria sudah bersama seekor anak gajah yang baru lahir,” ujar Heru Sutmantoro.
Berdasarkan hasil pengamatan tim, kelahiran diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat subuh. Ketika ditemukan, bayi gajah sudah mampu berdiri dan terus berada di dekat induknya.
Tim medis hewan yang dipimpin drh Teguh Iman Notonegoro langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi induk maupun bayi gajah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi bayi gajah dalam keadaan sehat, aktif, dan responsif. Tidak ditemukan cacat fisik, sementara proses menyusu kepada induknya berlangsung normal.
Data awal mencatat bayi gajah memiliki tinggi badan 93 sentimeter, panjang tubuh 104 sentimeter, dan lingkar dada 112 sentimeter. Suhu tubuhnya tercatat normal di angka 37,8 derajat Celsius dengan detak jantung stabil.
“Tim dokter hewan menyatakan kondisi bayi gajah sangat baik dan sehat,” kata Heru.
Saat ini pengawasan intensif terus dilakukan oleh petugas dan mahout. Tim dokter hewan juga melakukan pemantauan berkala karena masa awal kelahiran menjadi fase krusial bagi keselamatan induk dan anak.
Kelahiran anak gajah ini diharapkan menjadi simbol harapan baru bagi upaya pelestarian Gajah Sumatera yang populasinya terus menurun di habitat alami mereka.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!