Jejak Ruko Pertama di Indonesia Diduga Berawal dari Gresik

Jejak Ruko Pertama di Indonesia Diduga Berawal dari Gresik
liputanjayaraya.com,

Siapa sangka, konsep rumah toko (ruko) yang kini begitu umum di berbagai kota di Indonesia diduga memiliki jejak awal di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Jejak sejarah tersebut berada di Jalan HOS Cokroaminoto, sebuah ruas jalan yang juga dikenal sebagai salah satu jalan terpendek di Indonesia. Di kawasan ini masih berdiri deretan bangunan tua dua lantai yang oleh sejarawan Gresik, Kris Aji Aw, ditafsirkan sebagai salah satu bentuk awal konsep ruko di Tanah Air.

Bangunan-bangunan tersebut diperkirakan telah berdiri pada rentang 1890 hingga 1902, pada masa kolonial Belanda. Sejak awal, bangunan itu disebut telah memiliki fungsi ganda: lantai atas digunakan sebagai tempat tinggal keluarga, sementara lantai bawah dimanfaatkan untuk kegiatan perdagangan.

Pola hunian sekaligus tempat usaha inilah yang kemudian dikenal luas sebagai rumah toko atau ruko. Konsep tersebut berkembang dan hingga kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari wajah perkotaan di Indonesia.

Meski demikian, belum ditemukan catatan sejarah yang secara tegas menyebut bangunan di Jalan HOS Cokroaminoto sebagai “ruko pertama di Indonesia.” Karena itu, penyebutan tersebut lebih tepat dipahami sebagai tafsiran sejarah berdasarkan karakteristik bangunan dan konteks perkembangan kawasan perdagangan Gresik.

Yang menarik, sejumlah bangunan klasik di jalan tersebut masih bertahan hingga sekarang. Keberadaannya menjadi saksi bisu aktivitas perdagangan yang telah berlangsung lebih dari satu abad lalu.

Gresik memang dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan tua di Jawa. Namun, lebih dari itu, kota ini juga menyimpan jejak arsitektur dan sejarah perdagangan yang memperlihatkan panjangnya perjalanan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Nusantara.

Catatan: Klaim bahwa bangunan di Jalan HOS Cokroaminoto merupakan “ruko pertama di Indonesia” belum memiliki penetapan resmi maupun bukti sejarah yang definitif. Klaim tersebut merupakan interpretasi sejarawan berdasarkan karakteristik dan sejarah bangunan di kawasan tersebut.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *