Waspada Modus Begal Baru Di SIER Surabaya: Pria Tuduh Palsu, Kabur Saat Diajak Ke Polisi

Waspada Modus Begal Baru Di SIER Surabaya: Pria Tuduh Palsu, Kabur Saat Diajak Ke Polisi
liputanjayaraya.com,

Warga yang kerap melintas di kawasan Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) pada malam hari diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Hal ini menyusul adanya laporan dari seorang warga bernama Alvira Regita yang nyaris menjadi korban tindak kejahatan begal dengan modus intimidasi dan tuduhan palsu.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 22.50 WIB. Saat itu, Alvira tengah berkendara bersama pasangannya melewati kawasan SIER yang relatif sepi.

Tiba-tiba, sebuah kendaraan lain memotong jalur dan menghentikan mereka. Seorang pria tak dikenal turun dan langsung menuduh pasangan tersebut telah mengolok-olok serta memakinya.

“Situasinya sangat mengejutkan. Dia berhentiin kami dan langsung menuduh macam-macam,” ujar Alvira saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Merasa curiga dengan sikap agresif pelaku di lokasi yang minim saksi, Alvira dan pacarnya tidak terpancing emosi.

Sebaliknya, mereka justru mengambil inisiatif dengan menantang pelaku untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara resmi di kantor polisi terdekat.

Ternyata, tantangan tersebut membuat gentar sang pelaku. Alih-alih menerima ajakan, pria tersebut terlihat panik, berbalik arah, dan tancap gas meninggalkan lokasi dengan kecepatan tinggi.

“Pas ditantang balik untuk menyelesaikannya di kantor polisi, dianya malah mlempem (ciut/nervous) dan langsung putar balik ngebut. Sampai kami kejar buat minta kejelasan tapi dia tidak mau berhenti, sampai akhirnya kita teriak ‘begal’,” cerita Alvira.

Dari kronologi tersebut, Alvira menduga kuat bahwa tindakan penghentian paksa dengan dalih perselisihan pribadi itu merupakan modus baru para begal untuk menjebak korbannya di tempat sepi sebelum melakukan aksi pencurian atau kekerasan.

Menanggapi laporan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo, Iptu Bagus Tri, membenarkan adanya imbauan kewaspadaan bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya prinsip keselamatan diri ketika menghadapi situasi mencurigakan di jalan raya, khususnya pada malam hari.

“Yang pertama kali dilakukan adalah berteriak, tetap melaju, cari tempat yang ramai atau banyak orang, lalu minta tolong. Jangan berhenti di tempat sepi,” tegas Iptu Bagus Tri.

Ia menambahkan, pelaku kejahatan sering memanfaatkan kelengahan korban di area minim penerangan atau sepi. Oleh karena itu, reaksi cepat untuk menghindari konfrontasi fisik di lokasi rawan sangat krusial.

Selain imbauan umum, Kapolsek juga menyoroti peran orang tua dalam pengawasan anak. Ia mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan anak di bawah umur berkendara sendiri, terutama pada malam hari.

Kelompok usia tersebut dinilai lebih rentan menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan karena kurangnya pengalaman dan kewaspadaan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus memantau situasi keamanan di kawasan SIER dan sekitarnya. Masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan serupa guna antisipasi dini.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : GFR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *