GRESIK – Suasana tenang di permukiman warga Jalan RA Kartini XIVB/27, Kecamatan Gresik, mendadak pecah pada Rabu (29/4/2026). Kepanikan melanda sejumlah warga setelah seorang pria diduga mengalami gangguan mental atau depresi berat mengamuk sambil membawa senjata tajam di atas atap rumahnya.
Insiden bermula ketika seorang warga bernama Ajiz melihat perilaku mencurigakan dari tetangganya. Pria tersebut terlihat tidak stabil secara emosional sebelum nekat naik ke atap rumah. Situasi semakin mencekam ketika pelaku tidak hanya bertahan di satu titik, tetapi terus berpindah-pindah hingga merambah ke atap tiga rumah lainnya di sekitarnya.
Aksi nekat pelaku yang dilengkapi dengan senjata tajam sontak membuat resah warga. Banyak dari mereka yang memilih mengunci pintu dan menjauh dari lokasi karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, baik terhadap diri pelaku maupun orang lain di sekitarnya.
“Situasinya sangat tegang. Kami takut dia sampai jatuh atau malah menyerang siapa saja yang ada di bawah,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Menyadari potensi bahaya yang tinggi, warga segera melaporkan kejadian tersebut ke layanan darurat 112. Respons petugas datang dengan cepat. Tim Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Gresik langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan.
Proses penanganan berlangsung dramatis dan menegangkan. Petugas harus berupaya ekstra hati-hati mendekati pelaku yang berada di ketinggian dan dalam kondisi psikologis yang tidak stabil. Risiko pelaku melukai diri sendiri atau membahayakan petugas menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan ini.
Setelah melalui upaya persuasif dan tindakan taktis yang cukup lama, petugas akhirnya berhasil mengamankan pria tersebut tanpa menimbulkan korban jiwa. Pelaku langsung dievakuasi dari atap dan diserahkan kepada pihak berwenang serta tenaga medis.
Untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, pelaku subsequently dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Surabaya. Di sana, ia akan menjalani pemeriksaan medis menyeluruh serta pendampingan psikologis untuk menangani kondisi depresinya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Jalan RA Kartini XIVB/27 telah kembali kondusif. Warga setempat mengungkapkan rasa lega atas berakhirnya insiden tersebut dan mengapresiasi kerja cepat tim gabungan darurat dalam menangani krisis tanpa kekerasan berlebih.
Kepolisian setempat mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan jika menemukan indikasi gangguan kesehatan mental di lingkungan sekitar agar dapat ditangani oleh ahli sebelum eskalasi terjadi.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!