Israel Cegat Armada Kemanusiaan Menuju Gaza, 9 WNI Dilaporkan Ikut Ditahan

Israel Cegat Armada Kemanusiaan Menuju Gaza, 9 WNI Dilaporkan Ikut Ditahan
liputanjayaraya.com,

JAKARTA – Angkatan Laut Israel mencegat armada kapal misi kemanusiaan internasional yang berlayar menuju Jalur Gaza, Palestina, Senin (18/5) waktu setempat. Dalam operasi tersebut, sejumlah aktivis dari berbagai negara dilaporkan diamankan, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam rombongan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Media Israel melaporkan pasukan elite laut Shayetet 13 menaiki kapal-kapal yang tergabung dalam armada tersebut setelah konvoi tetap melanjutkan pelayaran menuju Gaza meski sebelumnya telah mendapat peringatan untuk membatalkan misi dan berbalik arah.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan para aktivis dipindahkan ke kapal militer Israel sebelum dibawa menuju Pelabuhan Ashdod. Dalam dokumentasi yang diunggah sejumlah peserta, para aktivis sempat menyampaikan identitas mereka sebagai konvoi sipil yang menjalankan misi kemanusiaan.

“Kami adalah konvoi sipil yang tidak berbahaya. Kami membawa pasokan kemanusiaan, tenaga kesehatan, bantuan medis, dan partisipan dari 41 negara,” ujar salah satu aktivis dalam video yang beredar.

Pemerintah Israel menilai armada tersebut bukan sekadar misi kemanusiaan, melainkan aksi yang bermuatan politik. Otoritas setempat juga menuding sebagian organisasi yang terlibat memiliki keterkaitan dengan kelompok Hamas. Namun tudingan tersebut dibantah oleh penyelenggara flotilla yang menyatakan misi mereka murni bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.

Sejumlah kapal yang dilaporkan telah dicegat antara lain Amanda, Barbados, Blue Toys, Cactus, Furleto, Holy Blue, Kyriakos, Tenaz, Zio Fatare, dan Josef. Beberapa kapal lainnya juga dilaporkan kehilangan komunikasi dan diduga turut diamankan.

Di antara peserta armada terdapat sembilan WNI yang terdiri atas jurnalis dan aktivis kemanusiaan. Mereka adalah Thoudy Badai, Hendro Prasetyo, Andre Prasetyo, Andi Angga, Ronggo Wirasanu, Herman Budianto, As’ad Aras, Rahendro Herubowo, dan Bambang Nuryono.

Kementerian Luar Negeri RI mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap armada kemanusiaan tersebut. Pemerintah Indonesia juga memastikan terus memantau perkembangan situasi dan mengupayakan perlindungan bagi seluruh WNI yang terlibat dalam misi itu.

“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam keterangannya.

Kemlu menyebut telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan RI di kawasan, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara, Kairo, dan Amman, guna menyiapkan langkah antisipatif apabila diperlukan proses pendampingan maupun pemulangan WNI.

Hingga kini kondisi para peserta armada masih terus dipantau. Pemerintah Indonesia juga menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi terbaru terkait keberadaan dan keselamatan sembilan WNI tersebut.

Insiden pencegatan ini terjadi di tengah tingginya tensi geopolitik di Timur Tengah akibat konflik berkepanjangan di Gaza. Situasi kawasan yang masih bergejolak membuat setiap perkembangan terkait akses bantuan kemanusiaan ke Gaza menjadi sorotan dunia internasional dan berpotensi memicu respons diplomatik dari berbagai negara.(Jerusalem post)

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : (Hib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *