Cinta Segitiga Berujung Maut di Simokerto Surabaya, Korban Ditusuk Teman Sendiri

Cinta Segitiga Berujung Maut di Simokerto Surabaya, Korban Ditusuk Teman Sendiri
liputanjayaraya.com,

Surabaya – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Jalan Sencaki, Gang Pragoto 2, Kecamatan Simokerto, Surabaya, yang menggemparkan warga setempat. Seorang pria berinisial MJ tewas setelah diduga menjadi korban penusukan oleh teman dekatnya sendiri yang dikenal dengan sapaan Man.

Fakta mengejutkan terungkap, bahwa korban dan terduga pelaku bukanlah orang asing. Keduanya diketahui memiliki hubungan pertemanan yang cukup dekat dan bahkan tinggal dalam jarak yang sangat berdekatan—sekitar 100 meter antara kontrakan korban dan rusun tempat tinggal pelaku di kawasan Sumbo.

Menurut keterangan Iwan (34), adik sepupu korban, pelaku kerap datang dan berkunjung ke rumah MJ. “Man itu bisa dibilang temannya MJ juga, orang Rusun Sumbo. Sering main ke sini,” ujarnya.

Namun hubungan keduanya diduga memburuk akibat persoalan asmara. Konflik dipicu karena korban dan pihak dari keluarga pelaku disebut-sebut menjalin hubungan dengan wanita yang sama. Identitas perempuan tersebut hingga kini belum diketahui oleh pihak keluarga, karena tidak pernah terlihat datang ke rumah korban.

Keributan pertama terjadi sekitar waktu subuh. Saat itu, sempat terjadi aksi pemukulan yang melibatkan pihak dari pelaku. Meski sempat mereda, situasi kembali memanas ketika pelaku datang lagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Tak lama kemudian, insiden penusukan pun terjadi. Korban mengalami luka tusuk di bagian dada kiri dan ditemukan tergeletak sekitar 30 meter dari rumah keluarga, dalam kondisi mengeluarkan darah dari mulut.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung panik. Tidak ada teriakan atau suara minta tolong dari korban sebelum akhirnya ditemukan tak berdaya. Sementara itu, pelaku disebut langsung melarikan diri usai melakukan aksinya.

Peristiwa ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. Aparat tengah melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami motif pasti di balik aksi kekerasan yang diduga dipicu oleh konflik asmara tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa konflik pribadi yang tidak diselesaikan dengan baik dapat berujung fatal. Polisi mengimbau masyarakat untuk menahan emosi dan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak serta tidak melibatkan kekerasan.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : (Hib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *