Puluhan orang yang mengaku sebagai rekan korban bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, mendatangi Polsek Metro Menteng pada Minggu (26/7/2026) malam.
Mereka mendesak kepolisian segera menangkap seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam insiden yang menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya mengalami luka berat.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tuntutan agar proses hukum dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh pihak yang bertanggung jawab. Di tengah kerumunan, terdengar sejumlah peserta aksi meneriakkan “Nyawa ganti nyawa” serta “Jangan remehkan orang Timur!” sebagai bentuk luapan emosi atas meninggalnya rekan mereka.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan penyelidikan terus berjalan. Polisi, kata dia, telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam bentrokan tersebut.
“Tiga terduga pelaku berinisial S, T, dan U telah diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” ujar Braiel.
Menurutnya, penyidik masih mendalami kronologi kejadian, motif, serta peran masing-masing terduga pelaku. Polisi juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat apabila ditemukan alat bukti dalam proses penyidikan.
Braiel mengimbau keluarga korban, rekan korban, maupun masyarakat agar tidak terpancing emosi dan tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperkeruh situasi.
“Kami meminta masyarakat mempercayakan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian. Semua pihak yang terbukti terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Hingga Minggu malam, situasi di sekitar Polsek Metro Menteng terpantau kondusif dengan pengamanan dari aparat kepolisian. Sementara itu, penyelidikan terhadap kasus bentrokan yang menewaskan satu orang tersebut masih terus berlangsung.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!