Modus Lowongan Kerja Palsu, Pria di Makassar Diduga Sekap dan Perkosa Mahasiswi, Sempat Incar Korban di Surabaya

Modus Lowongan Kerja Palsu, Pria di Makassar Diduga Sekap dan Perkosa Mahasiswi, Sempat Incar Korban di Surabaya
liputanjayaraya.com,

Kasus kejahatan dengan modus lowongan kerja palsu kembali menghebohkan publik. Seorang pria bernama Feri Dg Rumpa (33) ditangkap aparat kepolisian setelah diduga menyekap dan memperkosa seorang mahasiswi di Makassar.

Pelaku disebut menjalankan aksinya dengan menawarkan pekerjaan sebagai baby sitter melalui media sosial Facebook untuk memancing korban perempuan.

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya beraksi di Makassar. Setelah menjalankan aksinya, pelaku bahkan disebut berencana berpindah ke Surabaya guna mencari korban baru dengan modus serupa.

“Setelah aksinya di Makassar selesai, pelaku berencana berpindah ke Surabaya dan kembali menjalankan modus yang sama,” ujar Arya Perdana, Minggu (17/5/2026).

Polisi mengungkap, sebelum ditangkap pelaku sudah memasang iklan lowongan kerja palsu di Surabaya. Hal tersebut memperkuat dugaan bahwa aksi kejahatan ini telah direncanakan secara sistematis untuk mencari korban baru di kota lain.

Tak hanya itu, pelaku juga diketahui menyewa rumah kontrakan harian di Makassar yang diduga digunakan sebagai lokasi menjalankan aksi kejahatannya.

Korban berinisial MA (21), seorang mahasiswi, diduga disekap dan mengalami kekerasan seksual di tempat tersebut sejak Jumat hingga Minggu, 8–10 Mei 2026.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku diketahui berasal dari Pulau Sumatera dan disebut pernah terlibat kasus pencurian di Kabupaten Takalar.

Kasus ini kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian sekaligus peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap lowongan kerja yang beredar di media sosial.

Warga diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan tanpa identitas perusahaan yang jelas serta selalu memastikan legalitas perekrut sebelum melakukan pertemuan.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak datang sendirian ke lokasi wawancara yang mencurigakan dan segera melapor kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi penipuan maupun tindakan kriminal berkedok lowongan kerja.(detik)

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : (Hib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *