Tragis, Pencinta Reptil Tewas Dipatuk King Cobra Peliharaannya, Keluarga Sempat Yakini Mati Suri

Tragis, Pencinta Reptil Tewas Dipatuk King Cobra Peliharaannya, Keluarga Sempat Yakini Mati Suri
liputanjayaraya.com,

Peristiwa tragis menimpa Dewa Rizky Achmad (19), seorang pencinta reptil asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Ia meninggal dunia setelah dipatuk ular king cobra peliharaannya saat mengikuti kegiatan Car Free Day di Bundaran Besar Palangka Raya pada 8 Juli 2018.

Insiden terjadi ketika Rizky berinteraksi dengan pengunjung sambil membawa king cobra sepanjang sekitar 3,8 meter. Diduga akibat lengah, ular berbisa tersebut tiba-tiba mematuk korban hingga membuatnya tak sadarkan diri.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya untuk mendapatkan penanganan medis. Tim medis telah memberikan perawatan intensif, termasuk serum antibisa.

Namun, kondisi Rizky terus memburuk hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit yang dikutip berbagai laporan saat itu, racun king cobra menyebabkan gangguan pada sistem saraf yang berujung pada kelumpuhan pernapasan dan henti jantung.

Sebelum peristiwa nahas tersebut, Rizky diketahui pernah berpesan kepada keluarganya agar ular peliharaannya dilepas kembali ke habitat aslinya apabila terjadi sesuatu terhadap dirinya.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, keluarga sempat meyakini Rizky hanya mengalami mati suri. Keyakinan itu muncul karena tubuh korban masih terasa hangat dan mengeluarkan keringat.

Atas dasar kepercayaan tersebut, proses pemakaman sempat ditunda selama beberapa hari, sementara keluarga mendatangkan sejumlah pawang ular dan tokoh spiritual dengan harapan korban dapat kembali sadar.

Pada hari keempat, keluarga akhirnya mengikhlaskan kepergian Rizky setelah jasad mulai menunjukkan tanda-tanda kematian. Korban kemudian dimakamkan secara Islam sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, king cobra peliharaan Rizky dilepas kembali ke alam liar sesuai wasiat yang pernah disampaikannya kepada keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa satwa liar, termasuk ular berbisa, tetap memiliki naluri alami yang dapat membahayakan manusia meski telah lama dipelihara.

Karena itu, otoritas konservasi mengimbau masyarakat agar tidak memelihara satwa liar berbahaya demi menghindari risiko yang dapat mengancam keselamatan.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *