Pesan penuh makna disampaikan ulama sepuh KH Miftachul Akhyar kepada umat agar senantiasa menjaga diri, memperbanyak kebaikan, serta tidak mudah terbawa oleh perilaku buruk orang lain.
Dalam pesan yang beredar, KH Miftachul Akhyar mengingatkan pentingnya kedisiplinan diri dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, ketika melihat orang lain melakukan kebaikan, umat hendaknya tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Disiplinkan diri kalian, bila orang berbuat baik, berlombalah dalam kebaikan. Bila orang berbuat jahat, tetaplah berbuat baik.”
Pesan tersebut mengandung ajakan agar seseorang memiliki prinsip dan keteguhan hati. Kebaikan, menurut pesan tersebut, tidak semestinya bergantung pada bagaimana orang lain memperlakukan kita.
Ketika mendapatkan perlakuan baik, seseorang dianjurkan membalasnya dengan kebaikan yang lebih besar.
Namun, ketika menghadapi keburukan, seseorang tetap dituntut mampu menjaga sikap dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
Sikap tersebut menjadi pengingat penting di tengah kehidupan sosial yang penuh dinamika. Perbedaan pendapat, persoalan pribadi maupun gesekan antarsesama seharusnya tidak membuat seseorang kehilangan kendali atas dirinya.
“Bila orang berbuat jahat, tetaplah berbuat baik,” menjadi inti pesan yang menekankan pentingnya menjaga akhlak, kesabaran, dan keteguhan hati.
Pesan KH Miftachul Akhyar itu sekaligus mengajarkan bahwa menjadi baik bukan karena orang lain baik kepada kita, melainkan karena kebaikan merupakan prinsip yang harus tetap dijaga.
Berbuat baik ketika diperlakukan baik adalah hal biasa. Namun, tetap berbuat baik ketika diperlakukan buruk, itulah bentuk kematangan akhlak dan kekuatan diri.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
