Kericuhan Di Surabaya Barat: Warga Hakim Massa Pria Diduga Mabuk, Polisi Segera Amankan Situasi

Kericuhan Di Surabaya Barat: Warga Hakim Massa Pria Diduga Mabuk, Polisi Segera Amankan Situasi
liputanjayaraya.com,

Suasana kondusif di kawasan Pondok Benowo Indah, Surabaya Barat, mendadak pecah pada Minggu malam (7/6/2026).

Sebuah insiden kericuhan melibatkan sekelompok warga dan seorang pria pendatang yang diduga dalam keadaan mabuk.

Ketegangan sempat memanas akibat aksi penghakiman massa (vigilantisme) sebelum akhirnya berhasil diredam oleh petugas keamanan.

Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat dan rekaman video yang viral di media sosial, insiden bermula ketika seorang pria pendatang terlihat mengamuk dan diduga memukul warga secara acak di sekitar lokasi.

Aksi anarkis tersebut sontak memicu kemarahan warga setempat, situasi kian memanas saat sejumlah warga, yang sebagian besar merupakan pemuda atau “arek Suroboyo”, beramai-ramai mengejar dan mengeroyok pria tersebut.

Aksi main hakim sendiri ini berlangsung singkat namun intens, hingga menarik perhatian kerumunan yang lebih besar.

Ketegangan mencapai puncaknya ketika sekelompok orang lain, yang diduga merupakan rekan dari pelaku utama, tiba di lokasi kejadian.

Kelompok ini dilaporkan menunjukkan sikap provokatif dan menantang warga, yang hampir saja memicu bentrokan fisik skala lebih besar antara dua kubu.

Beruntung, respons cepat dari pihak kepolisian dan petugas keamanan setempat berhasil mencegah eskalasi konflik.

Petugas segera turun tangan, memisahkan kedua belah pihak, dan melakukan pendinginan situasi.

Upaya persuasif dilakukan untuk menenangkan emosi warga yang masih tinggi, serta mengamankan pria tersangka agar tidak menjadi korban kekerasan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya terkait identitas lengkap pelaku, motif pasti, maupun kondisi kesehatan para pihak yang terlibat.

Pihak berwenang diperkirakan masih melakukan penyelidikan awal dan mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman video yang beredar luas di platform media sosial.

Kasus ini kembali menyoroti potensi konflik sosial yang dapat dipicu oleh konsumsi alkohol berlebihan dan rendahnya toleransi antarwarga.

Selain itu, insiden ini juga menjadi pengingat bahayanya budaya main hakim sendiri yang sering kali berujung pada pelanggaran hukum dan korban jiwa, alih-alih menyelesaikan masalah secara adil melalui jalur hukum yang berlaku.

Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diharpakan untuk segera melaporkan tindakan mengganggu ketertiban umum kepada aparat terdekat, bukan mengambil tindakan sendiri yang berpotensi melanggar hukum.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : GFR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *