Sejumlah peternak ayam petelur di berbagai daerah mengeluhkan penurunan harga telur dalam beberapa waktu terakhir.
Di tengah kondisi tersebut, para peternak berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi solusi untuk membantu penyerapan hasil produksi telur dari peternak lokal.
Namun di lapangan, sejumlah pelaku usaha peternakan mengaku manfaat program tersebut belum dirasakan secara maksimal, khususnya oleh peternak skala kecil dan menengah.
Mereka menilai distribusi penyerapan telur masih belum merata sehingga belum mampu menstabilkan harga di tingkat peternak.
Beberapa peternak menyebut harga telur mengalami penurunan akibat pasokan yang melimpah sementara daya serap pasar belum optimal. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada keberlangsungan usaha peternakan rakyat jika terjadi dalam jangka panjang.
“Harapan kami program pemerintah benar-benar menyentuh peternak lokal, bukan hanya pemasok besar. Kalau penyerapan merata, harga bisa lebih stabil,” ujar salah satu peternak saat ditemui di sentra peternakan ayam petelur.
Program MBG sendiri dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung sektor peternakan nasional karena kebutuhan telur sebagai sumber protein cukup tinggi.
Para peternak berharap pemerintah daerah maupun pihak pelaksana program dapat lebih banyak melibatkan koperasi peternak dan pelaku usaha lokal dalam rantai distribusi pangan.
Selain itu, peternak juga mendorong adanya sistem kerja sama jangka panjang agar penyerapan hasil produksi dapat berjalan konsisten, tidak hanya bersifat sementara. Menurut mereka, kepastian pasar menjadi faktor penting untuk menjaga stabilitas usaha dan harga di lapangan.
Pengamat sektor pangan menilai keterlibatan peternak lokal dalam program pemerintah perlu diperkuat melalui pendataan yang transparan dan mekanisme distribusi yang adil.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan masyarakat penerima, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sektor peternakan rakyat.
Di sisi lain, pemerintah diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap pola distribusi dan penyerapan komoditas pangan agar program strategis nasional dapat berjalan efektif sekaligus menjaga keseimbangan harga di tingkat produsen maupun konsumen.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!