Gelombang Aksi Mahasiswa Merebak di Sejumlah Daerah, Soroti Ekonomi hingga Program Pemerintah

Gelombang Aksi Mahasiswa Merebak di Sejumlah Daerah, Soroti Ekonomi hingga Program Pemerintah
liputanjayaraya.com,

Gelombang aksi mahasiswa kembali terjadi di sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Berbagai organisasi mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi terkait kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, pendidikan, hingga isu hak asasi manusia.

Aksi demonstrasi berlangsung di Jakarta, Yogyakarta, Medan, Lampung, dan Semarang dengan membawa tuntutan yang beragam sesuai isu yang berkembang di masing-masing daerah.

Di Jakarta, massa yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (Perisai) menggelar aksi pada Senin (15/6/2026).

Mereka menyampaikan tuntutan bertajuk “11+9” yang terdiri atas tuntutan khusus dan tuntutan umum.

Tuntutan Utama Aliansi Perisai

  • Hentikan program MBG dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai sarat KKN.
  • Perbaiki defisit APBN.
  • Hentikan pemborosan anggaran pertahanan dan keamanan.
  • Tolak Sekolah Rakyat.
  • Penuhi mandatory spending pendidikan 20 persen.
  • Wujudkan pemerataan akses pendidikan di wilayah 3T.
  • Copot Menteri Keuangan.
  • Copot Menko Perekonomian.
  • Copot Menteri ESDM.

Tuntutan Umum

  • Hentikan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai merampas ruang hidup rakyat.
  • Dukung hak rakyat Papua atas tanah dan penentuan nasib sendiri.
  • Naikkan upah buruh sesuai kebutuhan hidup layak.
  • Hentikan kriminalisasi aktivis dan pejuang HAM.
  • Hentikan militerisasi.
  • Tegakkan supremasi sipil.
  • Hentikan kekerasan terhadap perempuan.
  • Lawan budaya patriarkal.
  • Wujudkan industri nasional berbasis reforma agraria.

Sebelumnya, BEM Universitas Indonesia juga menggelar aksi di Bundaran HI pada 12 Juni 2026 dengan tema “Menuju Indonesia Bangkrut”.

Tuntutan BEM UI

  • Hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Hentikan program Koperasi Desa (Kopdes).
  • Pemerintah diminta mengakui kesalahan kebijakan dan tidak menghindari kritik.

Aksi mahasiswa di Yogyakarta digelar di kawasan Gejayan, Sleman.

Tuntutan Mahasiswa Yogyakarta

  • Cabut revisi UU TNI.
  • Cabut revisi UU Polri.
  • Cabut revisi UU Kejaksaan.
  • Cabut revisi UU Peradilan Militer.
  • Lindungi kebebasan sipil dan HAM.
  • Wujudkan layanan kesehatan gratis tanpa diskriminasi.
  • Lindungi hak pekerja.
  • Hentikan eksploitasi buruh.
  • Turunkan harga kebutuhan pokok.
  • Turunkan harga BBM.
  • Turunkan tarif utilitas publik.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Lampung Tarik Mandat menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Lampung.

Tuntutan Mahasiswa Lampung

  • Menjadikan pendidikan sebagai prioritas nasional.
  • Menyelenggarakan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis.
  • Menerapkan pajak kekayaan.
  • Memperkuat penegakan HAM.

Aliansi mahasiswa di Semarang menggelar aksi bertajuk Pantura atau Panca Tuntutan Rakyat.

Panca Tuntutan Rakyat

  • Turunkan harga BBM.
  • Stabilkan nilai tukar rupiah.
  • Kembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya.
  • Evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
  • Kembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat.
  • Berantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Gelombang demonstrasi di berbagai daerah tersebut menunjukkan beragam aspirasi mahasiswa terhadap kondisi ekonomi, pendidikan, tata kelola pemerintahan, serta berbagai kebijakan publik yang dinilai berdampak langsung pada masyarakat.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *