Surabaya – Sebanyak 15–20 murid SD Pancasila, Jalan Tembok Dukuh, Surabaya, dilarikan ke RSUD IBI Dupak pada Senin (11/5/2026) usai diduga mengalami keracunan akibat menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.28 WIB.
Para siswa mengeluhkan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari Satuan Pendidikan Pengelola Gizi (SPPG) Jalan Demak. Menu tersebut terdiri dari nasi putih, tahu, daging bumbu, tumis wortel buncis, dan jeruk.
Kepala SD Pancasila, Subandi, membenarkan kejadian tersebut. “Ada sekitar 15–20 murid yang terdampak. Sebagian sudah diperbolehkan pulang, sebagian masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya.
Seorang wali murid yang enggan disebut namanya menceritakan, “Anak saya habis makan MBG siang langsung muntah-muntah. Saya dikabari pihak sekolah, sekarang sedang dirawat di IBI Dupak.”
Kepanikan sempat melanda para orang tua. Warga dan wali murid pun menuntut evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Jalan Demak serta seluruh dapur MBG di Surabaya. Tuntutan meliputi: uji laboratorium terhadap sisa makanan, audit dapur SPPG, pertanggungjawaban penuh, dan evaluasi distribusi MBG di Surabaya.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek Bubutan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi. Camat Bubutan menyampaikan bahwa menurut data sementara, terdapat 108 siswa dari 12 sekolah yang terdampak kasus serupa. “Saat ini sudah ditangani dinas kesehatan dan kepolisian.
Alhamdulillah para siswa sudah diperbolehkan pulang, namun tetap dalam pemantauan pihak sekolah. Jika masih ada keluhan, segera laporkan ke puskesmas, kecamatan, atau kelurahan,” pungkasnya.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!