Viral Di Media Sosial, Pasangan Suami Istri Bersujud Mohon Bantuan Gubsu Bobby Nasution Untuk Biaya Pengobatan Anak

Viral Di Media Sosial, Pasangan Suami Istri Bersujud Mohon Bantuan Gubsu Bobby Nasution Untuk Biaya Pengobatan Anak
liputanjayaraya.com,

Sebuah video yang menampilkan seorang pasangan suami istri menangis dan bersujud di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut) serta baliho bergambar Gubernur Bobby Nasution viral di berbagai platform media sosial, khususnya TikTok.

Dalam video tersebut, mereka memohon bantuan darurat untuk menutupi biaya pengobatan anak mereka yang sedang kritis di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere, Medan.

Video yang diunggah oleh akun TikTok @bangginting tersebut merekam keputusasaan sang ibu yang mengaku telah kehabisan sumber daya finansial.

“Pak bantu kami pak, anak saya terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere pak, biayanya terlalu besar pak kami tidak punya uang lagi, rumah pun sudah saya gadai untuk menebus anak saya,” ujar perempuan tersebut dengan suara bergetar dalam rekaman video.

Dalam cuplikan video, terlihat pasangan tersebut berdiri di area depan Kantor Gubernur Sumut dengan wajah penuh air mata.

Mereka kemudian berpindah ke lokasi baliho besar yang memuat foto Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya di sana, sang ibu tampak bersujud sambil memohon pertolongan.

“Tolong Pak, bantu saya, saya minta tolong, ini seorang ibu memohon pada bapak, Pak Bobby tolong,” tangis wanita itu sambil bersujud di depan baliho tersebut.

Aksi desperado ini sontak memicu gelombang simpati dan komentar warganet yang mendesak agar pihak terkait segera turun tangan.

Berdasarkan penelusuran, anak dari pasangan tersebut diketahui sedang menjalani perawatan intensif di RS Mitra Medika Premiere Medan.

Kondisi anak tersebut dikabarkan akibat luka tusukan yang memerlukan penanganan medis serius dan berkelanjutan.

Keluarga pasien mengaku telah berupaya maksimal untuk mengumpulkan dana, termasuk menggadaikan aset properti berupa rumah.

Namun, total biaya pengobatan yang mencapai ratusan juta rupiah masih belum terpenuhi sepenuhnya, sehingga menghambat proses pemulihan atau menyebabkan tunggakan biaya rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Kantor Gubernur Sumatera Utara mengenai tindakan lanjut atas permohonan tersebut.

Namun, viralnya kasus ini diharapkan dapat mempercepat respons dari instansi terkait, baik melalui bantuan sosial gubernur, koordinasi dengan Dinas Kesehatan Sumut, maupun galangan dana dari masyarakat.

Kasus ini kembali menyoroti pentingnya akses jaminan kesehatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta perlunya mekanisme bantuan darurat medis yang lebih responsif dan mudah diakses oleh warga yang berada dalam kondisi kritis.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : GFR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *