Viral Datangi Rumah ‘Polisi Baik’, Kisah Pilu Soleh Fadilah Berakhir Manis: Dinsos Gresik Sigap Jemput Dan Berikan Bantuan

Viral Datangi Rumah ‘Polisi Baik’, Kisah Pilu Soleh Fadilah Berakhir Manis: Dinsos Gresik Sigap Jemput Dan Berikan Bantuan
liputanjayaraya.com,

LAMONGAN – Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria paruh baya datang ke rumah seorang anggota polisi di Lamongan mendadak menjadi sorotan publik di media sosial. Di balik viralnya unggahan tersebut, tersimpan kisah pilu tentang keterlantaran, namun juga berakhir dengan harapan baru berkat respons cepat pemerintah daerah.

Pria bernama Soleh Fadilah (41), warga Desa Lapah, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, terlihat dalam video tersebut mendatangi kediaman Ipda Purnomo, seorang personel Polri yang dikenal luas melalui konten-konten inspiratifnya sebagai “Polisi Baik”. Kedatangan Soleh, yang disertai beberapa warga terlantar lainnya, bukan tanpa alasan. Dalam kondisi sakit, tanpa pekerjaan tetap, dan tidak memiliki tempat tinggal yang layak, Soleh mencari pertolongan terakhir.

Video yang diunggah oleh akun media sosial Purnomobelajarbaik itu bukan sekadar konten untuk mengejar popularitas. Unggahan tersebut merupakan bentuk kepedulian Ipda Purnomo untuk menyoroti nasib warga marginal agar mendapat perhatian dari pihak berwenang dan masyarakat luas. Dalam videonya, terlihat Soleh dengan kondisi fisik yang memprihatinkan, mengenakan pakaian seadanya, menceritakan kesulitan hidupnya yang sudah berlangsung cukup lama.

“Kami ingin suara mereka didengar. Ini bukan soal viralitas, tapi soal kemanusiaan,” ujar Ipda Purnomo dalam keterangan singkatnya accompanying video tersebut.

Respons atas panggilan kemanusiaan ini datang dengan sangat cepat. Pemerintah Kabupaten Gresik, melalui Dinas Sosial (Dinsos), langsung bergerak sigap setelah mengetahui kabar tersebut. Pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinsos Gresik, bersinergi dengan Kepala Desa Lapah, tiba di rumah Ipda Purnomo di Kecamatan Modo, Lamongan, untuk menjemput Soleh.

Kepala Dinsos Gresik menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk tidak meninggalkan warganya yang berada dalam kondisi terlantar. “Penjemputan ini adalah langkah awal. Prioritas utama kami saat ini adalah memastikan Bapak Soleh mendapatkan penanganan medis karena kondisinya yang sakit, serta asesmen untuk kebutuhan dasar hidupnya,” tutur pejabat Dinsos Gresik saat dikonfirmasi.

Kehadiran tim Dinsos disambut lega oleh Soleh maupun Ipda Purnomo. Proses evakuasi berjalan lancar dan humanis, dengan petugas memberikan jaminan bahwa Soleh akan mendapatkan perawatan yang layak.

Kasus Soleh Fadilah menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara kepedulian individu, kekuatan media sosial, dan respons birokrasi yang cepat dapat menghasilkan dampak positif bagi masyarakat kecil. Langkah sigap Pemkab Gresik ini juga dinilai sebagai contoh baik dalam penanganan kasus keterlantaran sosial di era digital, di mana laporan atau sorotan publik dapat ditindaklanjuti secara real-time.

Kini, Soleh Fadilah berada dalam pengawasan dan perawatan tim medis serta pekerja sosial Dinsos Gresik. Publik berharap, setelah kejadian ini, Soleh tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga mendapatkan pendampingan jangka panjang untuk kembali menjalani kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : gfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *