VIDEO DIDUGA PELAKU GUNAKAN HP KORBAN, TERTAWA SAAT HUBUNGI KELUARGA TIGA ASN JAYAWIJAYA

VIDEO DIDUGA PELAKU GUNAKAN HP KORBAN, TERTAWA SAAT HUBUNGI KELUARGA TIGA ASN JAYAWIJAYA
liputanjayaraya.com,

Kasus penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, semakin menjadi sorotan setelah sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sosok yang diduga sebagai pelaku menggunakan telepon seluler milik salah satu korban untuk melakukan panggilan video dengan keluarga korban.

Peristiwa tersebut disebut terjadi setelah penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026).

Dalam rekaman yang beredar, keluarga korban terdengar mempertanyakan alasan anggota keluarganya ditembak. Sementara sosok yang diduga sebagai pelaku disebut terdengar tertawa dalam percakapan tersebut.

Kemunculan video ini menambah perhatian terhadap kasus yang menewaskan tiga ASN tersebut. Namun, keaslian dan konteks rekaman masih harus dibuktikan. Aparat penegak hukum perlu memastikan identitas sosok dalam video, sumber rekaman, waktu pengambilan gambar, serta apakah telepon seluler yang digunakan benar-benar milik salah satu korban.

Tiga ASN yang dilaporkan tewas yakni Wili Mbuik (26), Aprida Rapi (49), dan Alfonsius Albinus Meha (35).

Wili diketahui merupakan warga asal Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah tewas dalam penembakan tersebut, jenazahnya dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan oleh pihak keluarga.

Sementara itu, aparat gabungan langsung melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga terlibat dalam penyerangan. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bersama Polres Jayawijaya telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, di antaranya tiga selongsong peluru.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, aparat telah memperoleh ciri-ciri kelompok yang diduga melakukan penembakan.

«“Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku. Tim sudah melakukan pengejaran,” katanya, Kamis (10/9/2026).»

Berdasarkan pemeriksaan awal, kelompok yang diduga melakukan penyerangan diperkirakan berjumlah sekitar delapan orang dan membawa senjata api. Aparat juga menambah kekuatan personel di wilayah Jayawijaya guna mempercepat proses pengejaran dan pengungkapan kasus.

Penembakan terhadap warga sipil tersebut turut menuai kecaman. Juru Bicara Petisi Rakyat Papua (PRP), Jefry Wenda, menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan penembakan terhadap masyarakat sipil.

«“Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan peristiwa gila ini. Jelas-jelas tindakan tembak mati terhadap masyarakat sipil sangat merugikan perjuangan pembebasan nasional,” kata Jefry.»

Ia berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

«“Saya harap peristiwa ini tidak terulang lagi,” ujarnya.»

Hingga kini, aparat masih mendalami identitas pelaku, motif penembakan, keterlibatan kelompok bersenjata, serta keaslian video yang beredar.

Verifikasi terhadap rekaman tersebut menjadi penting agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi tuduhan yang keliru maupun memicu keresahan baru di tengah masyarakat.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *