Sebuah insiden kebakaran yang memilukan terjadi di kawasan Jalan Petemon Timur, Kelurahan Sawahan, Surabaya, pada Selasa (23/6/2026) siang.
Seorang bocah perempuan berusia 4 tahun, KKS, meninggal dunia setelah terjebak di dalam rumah yang dilalap si jago merah.
Sementara itu, kakaknya yang berusia 11 tahun, AAS, berhasil selamat dengan cara nekat memecahkan kaca jendela dan melompat ke bawah.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 14.20 WIB.
Melihat kondisi yang memburuk, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya segera mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Namun, upaya pemadaman menemui kendala akibat akses menuju lokasi yang cukup sempit.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini, menjelaskan bahwa petugas menghadapi tantangan signifikan saat tiba di lapangan.
“Akses gang kecil dengan lebar sekitar 1,5 meter dan jarak dari unit menuju ke TKP sejauh sekitar 50 meter, ketika petugas tiba, kondisi api sudah besar, dan yang terbakar hanya di lantai 2,” ujar Rini.
Meskipun tim damkar bekerja keras memadamkan api, nyawa KKS tidak dapat diselamatkan.
Anak malang tersebut ditemukan tewas di dalam rumah setelah proses pemadaman selesai.
Sementara itu, sang kakak, AAS (11), mengalami luka-luka namun berhasil keluar dari kepungan api dengan inisiatif sendiri.
“Untuk korban ada dua orang anak kakak beradik, untuk kakak berhasil keluar dengan memecahkan kaca jendela dan melompat keluar,” tambah Rini.
Rumah dua lantai tersebut merupakan tempat tinggal keluarga Resky Wahyu Susetyo (36).
Selain kedua korban anak-anak, di dalam rumah juga terdapat ayah mereka serta sang nenek.
Beruntung, anggota keluarga lainnya tidak menjadi korban jiwa dalam insiden ini.
Proses pemadaman dan pembasahan total baru rampung sekitar pukul 16.15 WIB.
Jenazah KKS telah dievakuasi untuk proses lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus menyelidiki penyebab pasti terbakarnya rumah tersebut.
Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang terbatas, serta pentingnya edukasi keselamatan bagi anak-anak dalam situasi darurat.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!