Batu, Jawa Timur – Peristiwa tragis yang menimpa seorang pemuda berinisial MMA (24) di Jembatan Cangar menyita perhatian publik secara luas. Kejadian yang terjadi pada Selasa (31/3/2026) itu kembali menjadi sorotan setelah video detik-detik sebelum korban mengakhiri hidupnya viral di media sosial.
Dalam rekaman yang beredar, korban terlihat berdiri di pembatas jembatan dengan kondisi melamun di atas sepeda motornya. Tak lama berselang, ia ditemukan meninggal dunia di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 30 hingga 40 meter. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan korban diduga melompat dari atas jembatan, dengan luka parah di bagian kepala dan telinga.
Polisi membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut adalah korban. Di sekitar lokasi juga ditemukan sejumlah barang milik korban, seperti sandal, rokok, korek api, serta sepeda motor yang terparkir di tepi jembatan.
Gelombang Empati Warga
Viralnya video tersebut memicu gelombang empati dari masyarakat. Sejak awal April, kawasan Jembatan Cangar mendadak ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah, mulai dari Malang Raya, Mojokerto, hingga luar kota seperti Pasuruan, Jombang, dan Bojonegoro.
Tak sedikit warga datang untuk berdoa, sekadar melihat lokasi kejadian, hingga membuat konten. Bahkan, muncul fenomena “ruang memorial” spontan di titik terakhir korban terlihat. Bunga, makanan, hingga rokok diletakkan sebagai bentuk belasungkawa. Beberapa rokok bahkan dibiarkan menyala.
Meski sempat dibersihkan oleh petugas, benda-benda tersebut terus kembali muncul, menandakan kuatnya simpati publik terhadap korban.
Diselimuti Cerita Mistis
Di balik suasana duka, Jembatan Cangar kembali dikaitkan dengan berbagai cerita mistis yang telah lama beredar di masyarakat. Lokasi yang berada di kawasan hutan ini memang dikenal memiliki aura sunyi dan gelap, terutama pada malam hari.
Sejumlah cerita menyebutkan kemunculan sosok perempuan berambut panjang hingga makhluk seperti genderuwo. Ada pula kisah tentang “penunjuk jalan” misterius yang konon menyesatkan pengendara hingga mengalami kecelakaan.
Latif, warga Dusun Jurang Kuali, Desa Sumber Brantas, Kota Batu, mengakui bahwa cerita-cerita tersebut sudah lama berkembang di tengah masyarakat.
“Kalau cerita mistis memang sudah lama ada. Tapi setahu saya belum pernah ada warga sini yang benar-benar disesatkan. Paling hanya merasa merinding saat melintas, apalagi malam hari,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, kondisi alam sekitar yang berupa hutan lebat dan minim penerangan kerap memicu perasaan tidak nyaman bagi pengendara.
Perlu Disikapi Bijak
Hingga kini, kebenaran cerita-cerita mistis tersebut belum dapat dipastikan. Di sisi lain, mengaitkan peristiwa tragis dengan hal-hal supranatural dinilai dapat mengaburkan persoalan utama yang mungkin melatarbelakangi kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental, serta kehati-hatian dalam menyebarkan konten sensitif di media sosial.
Di balik viralnya peristiwa ini, tersimpan pesan mendalam: bahwa empati perlu disalurkan dengan bijak, dan setiap tragedi seharusnya menjadi refleksi bersama, bukan sekadar konsumsi sensasi.
Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan berat atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan dari keluarga, tenaga profesional, atau layanan konseling terdekat. Anda tidak harus menghadapi semuanya sendirian.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!