Sopir Taksi Ungkap Detik-Detik Mencekam Kecelakaan di Perlintasan Bekasi Timur, Mobil Disebut Tiba-Tiba “Ngonci”

Sopir Taksi Ungkap Detik-Detik Mencekam Kecelakaan di Perlintasan Bekasi Timur, Mobil Disebut Tiba-Tiba “Ngonci”
liputanjayaraya.com,

Sebuah video pengakuan sopir taksi listrik Green SM yang terlibat dalam kecelakaan hebat di perlintasan rel dekat Stasiun Bekasi Timur mendadak viral di media sosial.

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu menyita perhatian publik setelah rekaman kesaksian sopir memperlihatkan situasi mencekam sesaat setelah kejadian.

Dalam video tersebut, sopir yang masih tampak syok menceritakan detik-detik ketika kendaraannya tiba-tiba tidak bisa dikendalikan saat berada tepat di atas rel kereta api.

Ia mengaku telah berusaha menggerakkan mobil, namun sistem kendaraan mendadak tidak merespons.

“Ini ngonci langsung, jadi kita mau jalanin nggak bisa. Pas posisi kereta lewat, mobil mati,” ujar sopir dalam rekaman yang kini beredar luas di berbagai platform media sosial.

Menurut pengakuannya, kondisi itu terjadi secara mendadak tanpa tanda-tanda sebelumnya. Situasi tersebut membuat mobil taksi listrik itu terjebak di tengah rel saat dua kereta, yakni KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek, melintas dan memicu tabrakan beruntun yang tak terhindarkan.

Peristiwa ini pun memunculkan spekulasi di kalangan masyarakat terkait kemungkinan gangguan teknis pada kendaraan listrik saat berada di area perlintasan rel.

Salah satu dugaan yang berkembang adalah pengaruh medan elektromagnetik dari lokomotif yang disebut-sebut dapat memengaruhi sistem elektronik kendaraan, meskipun hal ini masih memerlukan kajian lebih lanjut dari pihak berwenang dan ahli.

Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Aparat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima.

Insiden ini menjadi pengingat penting akan keselamatan di perlintasan rel, sekaligus menyoroti perlunya evaluasi terhadap sistem keamanan, baik dari sisi kendaraan maupun infrastruktur transportasi, guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Ash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *