Penjual Nasi Padang Tewas dengan 26 Luka Tebasan Celurit, Pelaku Kabur ke Sampang

Penjual Nasi Padang Tewas dengan 26 Luka Tebasan Celurit, Pelaku Kabur ke Sampang
liputanjayaraya.com,

Seorang perempuan penjual nasi Padang berinisial I (30) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Irigasi, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB.

Korban diduga tewas setelah diserang menggunakan celurit oleh NH alias N (21). Polisi menduga perkara tersebut bermula dari persoalan utang dan berujung cekcok antara korban dan tersangka.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Herbin Sianipar mengatakan, tersangka datang ke rumah korban untuk menagih utang sebesar Rp1,2 juta. Namun, korban disebut hanya mampu membayar Rp300 ribu.

Situasi kemudian memanas. Tersangka yang diduga telah membawa celurit disebut menyerang korban secara berulang.

Hasil autopsi sementara menunjukkan korban mengalami 26 luka tebas akibat senjata tajam. Luka paling parah ditemukan pada bagian punggung.

Sabetan tersebut dilaporkan menembus tulang rusuk dan organ dalam hingga memutus pembuluh darah. Korban mengalami pendarahan hebat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kakak Korban Curiga

Kasus tersebut terungkap setelah kakak korban, Andriano, mendatangi rumah adiknya karena curiga korban tidak kunjung datang.

Saat tiba, Andriano melihat sepeda motor korban masih terparkir di rumah. Namun, pintu rumah justru dalam kondisi terkunci dari luar menggunakan gembok.

Kecurigaan semakin kuat ketika Andriano mencoba mengintip melalui celah pintu menggunakan cahaya dari telepon selulernya. Ia melihat adanya genangan darah yang bahkan meluber hingga ke luar rumah.

Andriano kemudian meminta bantuan warga. Pintu rumah dibongkar secara paksa. Di dalam rumah, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia dan bersimbah darah.

Pelaku Melarikan Diri ke Jawa Timur

Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian mengetahui tersangka melarikan diri ke Sampang, Jawa Timur.

Penyidik Polres Metro Tangerang Kota berkoordinasi dengan Ditlantas serta Polres Sampang Polda Jawa Timur. Tim gabungan selanjutnya melakukan pengejaran hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap.

Herbin mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga tersangka juga sakit hati setelah tersinggung dengan ucapan korban.

“Motif diduga pelaku sakit hati karena tersinggung dengan ucapan korban,” kata Herbin.

Dalam perkara tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya telepon seluler milik korban, gembok, rekaman CCTV, pakaian yang terdapat bercak darah, serta sebilah celurit yang diduga digunakan dalam penyerangan.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban kehilangan nyawa.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *