Warga Kabupaten Sampang, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan jasad seorang remaja di pinggir jalan dekat jembatan Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Gunung Sekar, Jumat dini hari (15/5/2026).
Setelah sempat misterius tanpa identitas, korban akhirnya diketahui bernama Mohammad Aldi (17), seorang santri asal Dusun Gayam, Desa Tambaan, Kecamatan Camplong.
Korban diketahui masih aktif menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang. Saat ditemukan warga, kondisi korban sangat mengenaskan dengan luka parah di bagian wajah dan tubuh.
Awalnya, identitas korban tidak diketahui lantaran tidak ditemukan kartu identitas maupun barang pribadi di lokasi kejadian. Penemuan mayat tersebut pun sempat menghebohkan masyarakat sekitar.
Identitas Aldi akhirnya terungkap setelah foto wajah korban tersebar di sejumlah grup WhatsApp. Sekretaris Desa Tambaan yang melihat foto tersebut langsung mengenali korban sebagai warganya dan segera menghubungi pihak keluarga.
“Setelah dipastikan bahwa itu benar warganya, beliau langsung menghubungi pihak keluarga korban,” ujar Humas RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Amin Jakfar Sodiq, Sabtu (16/5/2026).
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi mengungkap bahwa pada malam sebelum kejadian korban diketahui keluar dari pondok pesantren tanpa izin bersama seorang alumni. Namun hingga kini, penyebab pasti kematian korban masih dalam proses penyelidikan aparat kepolisian.
Meski dugaan awal mengarah pada kecelakaan lalu lintas tunggal, terdapat sejumlah kejanggalan yang membuat kasus tersebut masih menyisakan misteri. Sepeda motor yang diduga dikendarai korban hingga kini belum ditemukan di lokasi kejadian maupun di sekitar area penemuan jasad.
Selain itu, keterangan saksi juga menambah tanda tanya dalam kasus ini. Sejumlah warga mengaku sempat melihat korban bersama beberapa pemuda yang mengaku berasal dari Kecamatan Kedungdung.
Mereka sempat mengatakan akan memanggil ambulans untuk menolong korban, namun kelompok pemuda tersebut justru menghilang dan tidak kembali lagi ke lokasi.
Kondisi tersebut membuat polisi terus mendalami berbagai kemungkinan, termasuk menelusuri keberadaan motor korban serta memeriksa sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
Kasus kematian santri muda itu kini menjadi perhatian masyarakat Sampang. Pihak keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap fakta sebenarnya agar penyebab kematian Mohammad Aldi menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.(koranmadura)
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!