Smebuah petuah yang kerap dikaitkan dengan ulama kharismatik Jawa Timur, KH Abdul Hamid Pasuruan, kembali menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Nasihat tersebut berbunyi, “Pakailah baju yang bagus, agar orang-orang menyangka kamu kaya, dan persangkaan mereka itu menjadi doa.”
Sepintas, ungkapan itu dapat menimbulkan beragam tafsir. Sebagian memandangnya sebagai dorongan untuk tampil baik dan menjaga martabat diri, sementara yang lain menilai perlu pemahaman yang lebih mendalam agar tidak dimaknai sebagai ajakan untuk pamer atau hidup bermewah-mewahan.
Dalam perspektif sosial dan spiritual, pesan tersebut lebih dekat kepada upaya membangun mentalitas optimistis dan menghargai diri sebagai hamba Allah.
Penampilan yang rapi, bersih, dan pantas dinilai mampu mencerminkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam kehidupan bermasyarakat.
Para ulama menjelaskan bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hidup dalam kesan kumuh atau sengaja menampilkan citra kemiskinan. Sebaliknya, agama mendorong umat untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan kehormatan diri selama tidak disertai sikap sombong maupun berlebih-lebihan.
Di tengah persaingan kehidupan modern, penampilan yang baik juga sering kali menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepercayaan dan penilaian orang lain. Dalam dunia usaha maupun pekerjaan, kesan profesional dan terawat dapat membuka peluang yang lebih luas untuk menjalin relasi maupun kerja sama.
Meski demikian, para pengamat keagamaan mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang dalam Islam tidak ditentukan oleh mahalnya pakaian atau status ekonomi. Nilai tertinggi tetap terletak pada ketakwaan, akhlak, serta kontribusi nyata kepada masyarakat.
Petuah Mbah Hamid tersebut dinilai relevan sebagai pengingat agar masyarakat tidak terjebak dalam mentalitas rendah diri. Dengan menjaga penampilan, memperkuat etos kerja, serta menumbuhkan semangat memberi manfaat kepada sesama, seseorang dapat membangun citra positif sekaligus memperluas peluang meraih kehidupan yang lebih baik.
Pada akhirnya, pesan yang dapat dipetik adalah bahwa kerapian dan penampilan yang baik bukanlah sarana untuk menyombongkan diri, melainkan bentuk penghormatan terhadap diri sendiri serta wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!