Aksi kriminal yang menyasar kaum lansia kembali terjadi di Kabupaten Malang, seorang wanita berusia 62 tahun menjadi korban perampokan disertai penyekapan kejam di kawasan dekat Pasar Sumberpucung.
Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa lari sebuah mobil Honda Jazz milik korban, kejadian menegangkan itu berlangsung pada dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Saat itu, korban sedang berada di rumah seorang diri, kondisi rumah yang memiliki satu pintu tidak terkunci—karena korban tengah terjaga menunggu kepulangan anak bungsunya—diduga dimanfaatkan pelaku untuk menyelinap masuk tanpa menimbulkan kecurigaan.
Sesaat setelah berhasil masuk, pelaku langsung melumpuhkan korban, kepala wanita malang tersebut dibungkus menggunakan kantong plastik kresek agar tidak bisa berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.
“IBu sendirian di rumah, saat kejadian ibu sempat disekap dengan kresek,” kata Linda, anak korban, dengan nada pilu saat menceritakan penderitaan sang ibu.
Usai memastikan korban dalam keadaan tak berdaya dan ketakutan, pelaku langsung mengeksekusi target utamanya.
Sebuah mobil Honda Jazz bernomor polisi N 1276 IJ, yang terparkir di area kos-kosan tepat di depan rumah korban, dibawa kabur oleh pelaku.
Linda mengungkapkan kejengkelannya karena musibah ini terjadi di lingkungan yang selama satu dekade terakhir dikenal sangat kondusif dan aman.
“Sudah 10 tahun punya mobil itu dan diparkir di garasi itu juga aman-aman saja, kenapa sekarang malah punya musibah ini,” keluhnya.
Namun, ada petunjuk menarik dari kesaksian korban, di tengah kegelapan dan kondisi kepala yang dibekap, korban sempat mendengar suara pelaku.
Menurut penuturan Linda, ibunya meyakini bahwa intonasi dan warna suara tersebut mirip dengan seseorang di lingkungan sekitar mereka.
“Hanya ada suara laki-laki satu orang, dan ibu pernah mendengar suara itu,” ungkap Linda.
Dugaan kuat pun mengarah pada keterlibatan orang dekat atau sosok yang sangat mengenali situasi internal rumah korban.
Menanggapi kasus ini, pihak kepolisian setempat telah menangani secara serius.
Bermodal kesaksian korban mengenai suara pelaku yang tidak asing, petugas kini mempersempit ruang gerak penyelidikan.
Polisi juga tengah mengamankan dan memeriksa sejumlah rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian, termasuk CCTV milik SD Muhammadiyah 2 Sumberpucung, guna melacak rute pelarian mobil korban.
Hingga berita ini diturunkan, identitas pelaku masih dalam penyelidikan intensif oleh aparat hukum.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!