Sejumlah fasilitas di kawasan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, mengalami kerusakan setelah aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kompleks rumah dinas Gubernur Jawa Timur.
Hingga Jumat pagi, petugas masih melakukan Pembersihan dan penataan kembali area yang terdampak.
Pantauan di lokasi menunjukkan tembok bagian luar Grahadi dipenuhi coretan menggunakan cat semprot.
Selain itu, terdapat tumpahan cat berwarna hitam yang mengotori dinding bangunan. Pada pagar dan area sekitar juga tampak sejumlah barang berserakan yang diduga merupakan sisa-sisa aksi massa.

Petugas kebersihan bersama pegawai Grahadi bergotong royong membersihkan coretan, mengangkut material yang berserakan, serta berupaya mengembalikan kondisi lingkungan seperti sediakala. Aktivitas pembersihan dilakukan sejak pagi agar kawasan tersebut kembali bersih dan dapat berfungsi secara normal.
Gedung Negara Grahadi merupakan salah satu bangunan cagar budaya sekaligus rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Kerusakan pada fasilitas publik dan bangunan bersejarah tersebut menjadi perhatian, mengingat pentingnya menjaga aset negara di tengah penyampaian aspirasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai besaran kerugian akibat kerusakan tersebut maupun proses pendataan yang tengah dilakukan. Aparat dan instansi terkait juga masih melakukan evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan pascaaksi demonstrasi.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun, pelaksanaannya diharapkan tetap berlangsung secara tertib, damai, serta tidak menimbulkan kerusakan terhadap fasilitas umum maupun aset negara.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!