Petugas gabungan menggelar operasi penegakan disiplin yang masif dan mendadak di Kota Surabaya pada akhir pekan ini.
Dalam razia yang menyasar sembilan titik Rekreasi Hiburan Umum (RHU) atau tempat hiburan malam, belasan oknum anggota TNI (AD dan AL) serta Polri berhasil diamankan karena kedapatan melanggar aturan jam malam.
Operasi yang berlangsung maraton ini dimulai sejak Sabtu (20/6/2026) pukul 22.00 WIB dan baru berakhir pada Minggu (21/6/2026) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Aksi penertiban ini menjadi sorotan publik mengingat melibatkan aparat berseragam yang seharusnya menjadi teladan kedisiplinan.
Menyisir Titik-Titik Populer
Berdasarkan informasi di lapangan, tim gabungan tidak hanya melakukan pemeriksaan acak, tetapi secara sistematis menyisir sembilan lokasi hiburan malam yang dikenal sebagai pusat keramaian di Surabaya.
Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena sering menjadi tempat nongkrong pasca-pukul 22.00 WIB.
Sembilan titik yang menjadi sasaran utama operasi antara lain:
1. BV Luxury Bar & KTF
2. Alexza Club & KTF
3. Suka-Suka
4. Shamrock Kitchen & Bar
5. Mantis Bar & Lounge
6. Galaxy Poll & Karaoke
7. Roots Cafe & Bar
8. Camden Bar
9. Shelter Surabaya
Pelanggaran Jam Malam Menjadi Fokus Utama
Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan sejumlah oknum anggota TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, serta Kepolisian Republik Indonesia yang sedang bersantai di dalam maupun di area sekitar tempat hiburan tersebut.
Padahal, peraturan ketat mengenai jam malam bagi personel militer dan kepolisian berlaku penuh untuk menjaga kesiapan operasional dan ketertiban umum.
“Kami menemukan belasan oknum dari tiga institusi berbeda, mereka kedapatan keluyuran dan berkumpul di tempat hiburan pada jam yang seharusnya mereka sudah berada di asrama atau markas masing-masing,” ujar salah satu sumber petugas gabungan yang enggan disebutkan namanya.
Para oknum yang diamankan langsung diproses sesuai prosedur disiplin internal masing-masing instansi.
Nama-nama mereka serta pangkatnya masih dalam pendalaman lebih lanjut oleh atasan masing-masing sebelum dirilis ke publik.
Tegakkan Disiplin, Jaga Citra Institusi
Aksi razia ini dinilai sebagai langkah tegas dari pimpinan daerah dan instansi keamanan untuk membersihkan citra aparat dari perilaku indisipliner.
Kehadiran personel berseragam atau bahkan bersipil di tempat hiburan malam saat jam malam dianggap dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap integritas TNI dan Polri.
Warga Surabaya menyambut baik langkah ini. Banyak warga berharap agar penertiban seperti ini tidak hanya bersifat sesaat, melainkan menjadi rutinitas untuk memastikan bahwa aparat benar-benar siap siaga dan menjunjung tinggi etika profesi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum merilis pernyataan resmi mengenai sanksi spesifik yang akan dijatuhkan kepada para oknum tersebut.
Namun, dugaan kuat mengarah pada hukuman disiplin berat hingga potensi pemberhentian tidak dengan hormat jika terbukti melanggar kode etik berulang kali.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!