Dua Masalah Serius Menimpa Proyek di Jl. Buntaran Manukan Wetan: Kabel Telkom Hilang Dihabisi & Pekerjaan Diduga Asal-Asalan

Dua Masalah Serius Menimpa Proyek di Jl. Buntaran Manukan Wetan: Kabel Telkom Hilang Dihabisi & Pekerjaan Diduga Asal-Asalan
liputanjayaraya.com,

Kawasan Jalan Buntaran, Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Proyek yang berlangsung di kawasan industri tersebut justru memunculkan dua masalah besar sekaligus: hilangnya seluruh kabel milik PT Telkom Indonesia yang diambil oknum tidak bertanggung jawab, serta dugaan pengerjaan proyek yang dilakukan secara asal-asalan tanpa memenuhi standar layak.

Belakangan ini kasus pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia semakin marak terjadi di Surabaya. Salah satu kejadian yang paling mencolok berlangsung tepat di lokasi proyek tersebut, di mana seluruh kabel milik PT Telkom Indonesia habis dibawa hilang tak bersisa oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

Yang sangat merugikan dan patut dipertanyakan adalah cara mereka melakukannya: para pelaku berdalih seolah-olah pengambilan kabel itu diizinkan oleh pihak kontraktor proyek. Mereka menyembunyikan niat buruk di balik alasan adanya pekerjaan proyek, seolah-olah mengambil kabel adalah hal yang sah dan seizin pelaksana proyek. Belum ada kejelasan apakah pihak kontraktor benar-benar memberi izin atau hal itu hanyalah alasan yang mereka ciptakan untuk meloloskan tindakan pencurian tersebut. Akibatnya, layanan komunikasi warga terganggu seketika dan PT Telkom Indonesia menderita kerugian materiil yang cukup besar.

 
Di samping masalah pencurian kabel, kualitas pengerjaan proyek itu sendiri pun sangat dipertanyakan dan dinilai jauh dari standar yang layak:

– Tanpa Pemadatan Tanah: Material baru langsung dipasang tanpa melakukan pemadatan tanah dasar terlebih dahulu. Hal ini sangat berbahaya karena struktur tanah lemah dan berisiko amblas atau rusak dalam waktu singkat.
​
– Masih Banyak Genangan Air: Di bawah area yang dikerjakan masih banyak ditemukan genangan air yang dibiarkan begitu saja. Tanah yang lembap dan tergenang air akan melunasi struktur dasar, mempercepat kerusakan, serta membahayakan pengguna.
​
– Tidak Ada Papan Informasi Proyek: Sama sekali tidak terdapat papan nama maupun keterangan proyek yang seharusnya dipajang secara terbuka untuk masyarakat. Warga tidak mengetahui siapa pelaksana, sumber dana, nilai kontrak, maupun jangka waktu pelaksanaan. Hal ini sangat tidak transparan dan menimbulkan kecurigaan mendalam.

 
Perlu diketahui bahwa proyek ini berlokasi di kawasan industri, sehingga segala urusan pembangunan, kualitas pekerjaan, hingga pengawasan keamanan di lokasi proyek seharusnya menjadi tanggung jawab penuh pihak pengembang kawasan. Proyek yang asal-asalan justru menimbulkan kerugian berlipat ganda: aset milik negara hilang, prasarana dibangun tidak kuat, dan warga menjadi korban dari kedua hal tersebut.

 
Masyarakat menuntut agar:

1. Kejadian hilangnya kabel Telkom segera ditelusuri, oknum pelaku ditindak tegas, dan pihak kontraktor memberikan penjelasan resmi terkait dalih “izin pengambilan kabel” yang dikemukakan para pelaku.
​
2. Pekerjaan proyek sementara dihentikan hingga dibenahi dengan benar — tanah dipadatkan sempurna, saluran air diperbaiki hingga tidak ada lagi genangan, dan papan informasi proyek dipasang sesuai ketentuan.
​
3. Pihak pengembang bertanggung jawab penuh atas segala kekurangan dan kerugian yang terjadi di bawah pengawasannya.

Semoga pihak berwenang segera turun tangan agar keadilan ditegakkan dan prasarana dibangun dengan benar sejak awal demi kepentingan bersama.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Shohib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *