Danantara Gelar Strategic Forum, Perkuat Sinergi Kementerian dan Lembaga

Danantara Gelar Strategic Forum, Perkuat Sinergi Kementerian dan Lembaga
liputanjayaraya.com,

Danantara Indonesia menggelar Danantara Government Strategic Forum sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dengan kementerian dan lembaga dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan investasi strategis.

Kegiatan yang berlangsung di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis (18/6/2026), dihadiri oleh 249 peserta yang terdiri atas pejabat Eselon I dan Eselon II dari berbagai kementerian koordinator, kementerian teknis, serta lembaga pemerintah yang memiliki peran strategis dalam pembangunan dan investasi nasional.

Forum tersebut menjadi sarana komunikasi strategis untuk memperdalam pemahaman bersama mengenai peran Danantara Indonesia dalam ekosistem perekonomian nasional.

Dalam kesempatan itu, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia.

Menurutnya, kekuatan demografi, kekayaan sumber daya alam, serta peningkatan kapasitas industri nasional menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Dengan kekuatan demografi, kekayaan sumber daya alam, dan meningkatnya kapasitas industri nasional, kita memiliki peluang besar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, untuk mewujudkannya perlu adanya sinergi antara pemerintah dan swasta. Selain itu diperlukan juga investasi yang disiplin, terarah, dan berorientasi jangka panjang sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Pandu.

Selain Pandu, forum tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara dari jajaran Danantara Indonesia, yakni Managing Director Investment Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja, Managing Director Chief Economist BPI Danantara, Reza Yamora Siregar, serta Managing Director Finance Danantara Asset Management (DAM), Sahala Situmorang.

Stefanus Ade Hadiwidjaja menjelaskan bahwa strategi investasi Danantara Indonesia difokuskan pada proyek-proyek strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi jangka panjang dan memperkuat fondasi pertumbuhan nasional.

Ia menilai disiplin dalam alokasi modal, fokus pada sektor prioritas, serta keterbukaan terhadap kolaborasi strategis menjadi faktor penting untuk memastikan investasi memberikan dampak berkelanjutan.

Sementara itu, Sahala Situmorang menyoroti pentingnya transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Menurutnya, pengelolaan aset negara tidak hanya berorientasi pada optimalisasi kinerja keuangan, tetapi juga harus mencakup transformasi operasional, penguatan tata kelola, dan peningkatan kapasitas institusional.

Sahala mengatakan langkah tersebut diperlukan agar BUMN mampu menciptakan nilai jangka panjang yang lebih besar serta berkontribusi lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Managing Director Chief Economist BPI Danantara, Reza Yamora Siregar, menyampaikan bahwa tantangan utama Indonesia ke depan adalah meningkatkan kapasitas ekonomi nasional secara berkelanjutan untuk mencapai target Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, dengan pendapatan per kapita yang saat ini masih berada di kisaran US$5.000, Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, produktif, dan berkualitas.

Reza menilai investasi menjadi salah satu instrumen utama untuk memperluas kesempatan ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.

Melalui penyelenggaraan forum ini, Danantara Indonesia berharap dapat membangun pemahaman yang lebih kuat dengan kementerian dan lembaga sehingga kolaborasi lintas sektor dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung berbagai prioritas pembangunan nasional.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *