Vandalisme Lampu PJU Di Akses Suramadu Sisi Madura, BBPJN Jatim-Bali Pasang Gembok Pengaman Pada 19 Panel Listrik

Vandalisme Lampu PJU Di Akses Suramadu Sisi Madura, BBPJN Jatim-Bali Pasang Gembok Pengaman Pada 19 Panel Listrik
liputanjayaraya.com,

BANGKALAN – Aksi vandalisme terhadap fasilitas umum kembali meresahkan pengguna Jalan Akses Jembatan Suramadu, khususnya di sisi Madura. Dalam kurun waktu kurang dari satu minggu, tepatnya pada 20 dan 25 April 2026, sejumlah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan kotak panel listrik menjadi sasaran perusakan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Akibat aksi tersebut, beberapa titik sepanjang akses jembatan mengalami pemadaman lampu. Kondisi gelap gulita ini berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas serta mengganggu rasa aman bagi masyarakat yang melintas, terutama pada malam hari.

Menanggapi cepat kejadian tersebut, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (Satker PJBH) Jembatan Suramadu segera turun tangan melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak. Tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, pihak BBPJN juga mengambil langkah preventif strategis untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Kepala Satker PJBH Jembatan Suramadu menyatakan bahwa pihaknya telah memasang gembok pengaman tambahan pada sebanyak 19 kotak panel listrik di kawasan rawan. Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa akses mudah ke komponen kelistrikan menjadi faktor utama mudahnya fasilitas tersebut dirusak atau dicuri komponennya.

“Kami telah menyelesaikan perbaikan pada titik-titik yang terdampak. Sebagai langkah antisipasi, 19 kotak panel kini telah diamankan dengan gembok khusus. Kami berharap langkah teknis ini dapat meminimalisir peluang vandalisme di masa depan,” ujar perwakilan pihak berwenang dalam keterangan resminya, Kamis (30/4/2026).

Selain pengamanan fisik, intensitas patroli keamanan di kawasan Jembatan Suramadu dan jalan aksesnya juga telah diperketat. Koordinasi dengan aparat kepolisian setempat terus dilakukan untuk memantau aktivitas mencurigakan di sekitar infrastruktur vital negara tersebut.

BBPJN Jawa Timur–Bali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset negara. Perusakan infrastruktur penerangan jalan bukan sekadar kerugian materiil bagi negara, tetapi juga ancaman nyata bagi keselamatan jiwa pengguna jalan. Masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan jika menemukan tindakan perusakan atau pencurian komponen PJU kepada petugas terdekat.

Hingga saat ini, kondisi penerangan di Jalan Akses Jembatan Suramadu sisi Madura telah kembali normal pasca-perbaikan, namun kewaspadaan tetap dijaga mengingat tingginya intensitas lalu lintas di jalur penghubung Jawa dan Madura tersebut.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : gfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *