Pengemudi Ayla yang Aniaya Anak di Jalan Empunala Ditangkap, Menangis dan Minta Maaf Saat Mediasi

Pengemudi Ayla yang Aniaya Anak di Jalan Empunala Ditangkap, Menangis dan Minta Maaf Saat Mediasi
liputanjayaraya.com,

Mojokerto — Polisi telah mengamankan Inge Marita (28), pengemudi mobil Daihatsu Ayla hitam yang viral karena memaki pengendara motor dan diduga memukul seorang anak di Jalan Empunala, Kota Mojokerto. Kasus ini kini memasuki tahap mediasi antara kedua belah pihak.

Proses mediasi berlangsung di ruang penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota pada Minggu (19/4/2026) pagi. Mediasi dipimpin oleh Kanit Pidum Ipda Sugiarto, dengan menghadirkan Inge yang didampingi adiknya, serta korban Lutviana Indriana (33) bersama suaminya.

Kasi Humas Polres Mojokerto Kota menyampaikan bahwa mediasi dilakukan atas arahan pimpinan untuk mencari solusi terbaik bagi kedua pihak.

“Mediasi ini dilaksanakan sesuai perintah pimpinan. Apakah nantinya kedua pihak sepakat berdamai atau tidak, kita lihat hasilnya nanti,” ujarnya.

Dalam suasana haru, Inge tampak menangis di hadapan Lutviana. Ia bahkan berlutut sambil menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya.

Namun, Lutviana mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan yang ia terima, terutama kata-kata kasar yang dilontarkan Inge di depan umum.

“Sampean ngata-ngatain saya di depan umum, seakan-akan saya ini merebut suami jenengan. Saya dikata-katain dengan kata-kata yang sangat kasar,” ujar Lutviana.

Ia juga mempertanyakan sikap Inge jika berada di posisi yang sama.

“Kalau sampean ada di posisi saya, dikata-katain seperti itu, sampean mau?” tambah ibu dua anak tersebut.

Di hadapan wartawan, Inge mengakui perbuatannya. Ia menyebut tindakannya dipicu emosi sesaat karena merasa situasi di jalan membahayakan dirinya dan anaknya yang berada di dalam mobil.

“Saya khilaf, spontan karena tersulut emosi. Posisi saya sama anak di dalam mobil, saya khawatir terjadi apa-apa,” kata Inge.

Terkait kronologi kejadian, Inge tetap bersikukuh bahwa korban memotong jalur kendaraannya dari sisi kiri. Ia mengaku terpaksa mengerem mendadak untuk menghindari kecelakaan.

“Untungnya saya bisa mengerem mendadak. Kalau tidak, bisa terjadi tabrakan beruntun dari belakang,” jelasnya.

Di akhir mediasi, Inge berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya berharap Bu Lutvi mau memaafkan. Harapannya bisa damai, kasihan anak saya,” tandasnya.

Hingga saat ini, hasil akhir dari mediasi tersebut masih menunggu kesepakatan kedua belah pihak. Polisi menyatakan akan tetap memproses kasus sesuai hukum yang berlaku apabila tidak tercapai perdamaian.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Ghoib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *