Komentar Pedas Akun Koperasi Desa Ngoran Blitar Viral, Tuai Kritik Warganet

Komentar Pedas Akun Koperasi Desa Ngoran Blitar Viral, Tuai Kritik Warganet
liputanjayaraya.com,

BLITAR – Polemik komentar pedas dari akun media sosial Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, menjadi perbincangan hangat di media sosial. Balasan yang dinilai sarkastik itu memicu reaksi keras dari warganet.

Dikutip dari detikcom, komentar tersebut viral setelah tangkapan layarnya beredar di platform TikTok. Akun resmi KDMP Desa Ngoran yang menggunakan nama @/kopdesmerahputihngoran diduga membalas kritik warganet dengan nada yang dianggap kurang pantas.

Awalnya, unggahan di akun tersebut menuai sejumlah komentar kritik dari netizen. Salah satunya datang dari akun berikut:

“@Faisal Nugraha6:MEMATIKAN UMKM, HARUSNYA YANG DIJUAL ITU HANYA BARANG2 UMKM DAN PRODUK2 DARI HASIL BUMI DESA NYA SAJA, KALAU BARANG2 RITEL YA AJOR UMKM”.

Namun, komentar tersebut justru dibalas dengan nada sarkas oleh admin akun koperasi:

“@kopdes_merahputih_ngoran:hadeeeeeeeeh selain donatur dilarang ngatur 🤣”.

Balasan tersebut memicu kritik luas dari warganet yang menilai sikap admin tidak mencerminkan etika komunikasi publik. Bahkan, diketahui respons serupa tidak hanya terjadi sekali, melainkan pada beberapa komentar lainnya.

Reaksi tidak hanya datang dari pengguna media sosial, tetapi juga dari warga setempat. Salah satunya disampaikan oleh Winanto (30) yang menyayangkan sikap akun resmi koperasi tersebut.

“Sebenarnya kurang etis ya kalau itu disampaikan oleh akun resmi koperasi. Harusnya memberikan edukasi, dan tidak menutup kritik dari netizen. Harusnya ada batasan,” terangnya.

Menanggapi polemik ini, Ketua KDMP Ngoran, Agus Dariyanto, mengakui adanya komentar tersebut. Ia menjelaskan bahwa akun tersebut memang digunakan untuk mempublikasikan kegiatan resmi koperasi.

“Terkait yang viral di medsos memang ada tiktok KDMP Desa Ngoran. Mungkin balasan dianggap bahasa kami terlalu sarkas, tapi sebenarnya ini semangat kami berkomunikasi dengan masyarakat,” katanya saat ditemui detikJatim, Sabtu (18/4/2026).

Agus juga menyebut pihaknya telah menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas kejadian tersebut. Ia menilai peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi internal koperasi, khususnya dalam pengelolaan media sosial.

“Tentu ini menjadi pelajaran penting bagi kami, dan bahan evaluasi internal. Utamanya dalam mengelola media sosial, yang pada dasarnya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *