Pemuda Pengangguran di Surabaya Gasak Motor Tetangga Sendiri, Dua Kali Beraksi

Pemuda Pengangguran di Surabaya Gasak Motor Tetangga Sendiri, Dua Kali Beraksi
liputanjayaraya.com,

Surabaya — Aksi pencurian sepeda motor di kawasan permukiman padat Kota Surabaya akhirnya terungkap. Seorang pemuda pengangguran berinisial MZA (21), warga Jalan Petemon Kali, Kecamatan Sawahan, ditangkap polisi setelah terbukti mencuri motor milik dua tetangganya sendiri.

Kapolsek Sawahan, Kompol Muljono, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pelaku tidak hanya sekali beraksi, melainkan sudah dua kali melakukan pencurian di lingkungan tempat tinggalnya.

“Pelaku melakukan pencurian sepeda motor di wilayah Petemon Kali. Dari hasil penyelidikan, tersangka sudah dua kali beraksi dengan korban yang merupakan tetangganya sendiri,” ujar Muljono, Senin (20/4).

Aksi pertama terjadi pada Senin (6/4) dini hari. Saat itu, korban memarkir sepeda motor di depan rumah sekitar pukul 23.30 WIB. Namun, keesokan harinya sekitar pukul 16.00 WIB, kendaraan tersebut sudah tidak berada di tempat.

“Dari rekaman CCTV, pelaku mengambil motor pada pukul 02.30 WIB,” jelasnya.

Tak kapok, pelaku kembali beraksi pada Sabtu (11/4) sekitar pukul 03.00 WIB. Dengan menggunakan kunci T, ia merusak kunci sepeda motor milik korban lain yang terparkir di depan rumah, masih dalam lingkungan yang sama.

Dua korban dalam kasus ini masing-masing adalah Rasendriya Niscita Setiawan (22) dan Moch Wangsit Hari Asmoro (28), yang diketahui tinggal berdekatan dengan pelaku.

Saat dipertemukan di Mapolsek Sawahan, salah satu korban tak mampu menahan emosinya. Ia mengaku terkejut dan kecewa karena pelaku merupakan orang yang selama ini tinggal di lingkungan yang sama.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya dua unit sepeda motor—Honda Vario tahun 2012 dan Honda Beat tahun 2017—dokumen kendaraan, rekaman CCTV, serta pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Total kerugian ditaksir mencapai Rp21 juta. Saat ini kasus masih dalam proses pengembangan,” pungkas Muljono.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Ghoib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *