Surabaya — Aksi penipuan bermodus perkenalan melalui aplikasi kencan kembali terjadi di Surabaya. Seorang pria berinisial FI (24), warga Pakis Wetan, Surabaya, ditangkap polisi setelah membawa kabur sepeda motor milik perempuan yang baru dikenalnya melalui aplikasi Tantan.
Pelaku mengaku nekat melakukan aksinya demi membeli narkoba jenis sabu sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Korban diketahui berinisial HAS (23), perempuan asal Wonosalam, Jombang. Keduanya mulai berkenalan melalui aplikasi Tantan sejak April 2026. Dalam aplikasi tersebut, pelaku menggunakan identitas palsu lengkap dengan foto orang lain untuk menarik perhatian korban.
Setelah beberapa waktu berkomunikasi intens, keduanya sepakat bertemu di wilayah Mojokerto. Dari pertemuan itu, pelaku mengajak korban jalan-jalan ke Surabaya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy milik korban.
Namun setibanya di kawasan Jalan Indragiri, Surabaya, FI mulai menjalankan aksinya. Pelaku berpura-pura sakit perut dan meminta korban membeli obat di sebuah apotek.
Korban yang tidak menaruh curiga langsung masuk ke dalam apotek. Tetapi saat keluar, motor miliknya sudah raib dibawa kabur pelaku.
Merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan, HAS kemudian melapor ke Polsek Wonokromo.
Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Wasito Adi, mengatakan pihaknya berhasil menangkap pelaku di rumahnya setelah melakukan penyelidikan berdasarkan laporan korban.
“Motor korban dijual kepada penadah di kawasan Kenjeran dengan harga Rp3 juta,” kata Wasito, Minggu (17/5/2026).
Dari hasil pemeriksaan, uang hasil penjualan motor tersebut diakui pelaku digunakan untuk membeli sabu serta memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Dipakai untuk nyabu. Selain itu juga untuk kebutuhan keluarga karena pelaku sudah punya istri dan anak,” ujarnya.
Polisi juga mengungkap FI merupakan residivis kasus narkoba. Saat ini aparat masih melakukan pengembangan guna memburu penadah motor sekaligus mendalami kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa.
Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat menjalin hubungan dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial maupun aplikasi pertemanan daring.(radar surabaya)
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!