Jelang Idul Adha, Tuban Digegerkan Aksi Maling Sapi Terorganisir: 6 Ekor Raib dalam Semalam, Kerugian Puluhan Juta

Jelang Idul Adha, Tuban Digegerkan Aksi Maling Sapi Terorganisir: 6 Ekor Raib dalam Semalam, Kerugian Puluhan Juta
liputanjayaraya.com,

TUBAN – Hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi incaran empuk bagi sindikat pencurian ternak di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, dua lokasi berbeda di wilayah Tuban menjadi sasaran aksi pencurian yang mengakibatkan enam ekor sapi raib. Total kerugian materiil yang diderita para korban ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Aksi nekat tersebut terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Jenu. Modus operandi yang terindikasi menggunakan kendaraan bermotor membuat polisi menduga pelaku merupakan kelompok terorganisir yang memanfaatkan momen kenaikan harga hewan kurban.

Empat Sapi Raib di Merakurak

Kasus pertama terjadi di Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, pada Selasa (28/4/2026) malam. Korban bernama Rifai (42), seorang peternak lokal, baru menyadari kehilangan empat ekor sapi miliknya saat hendak memberikan pakan sekitar pukul 23.30 WIB.

Sapi-sapi tersebut disimpan di kandang terpisah yang berlokasi di area ladang, berjarak sekitar dua kilometer dari rumah utama korban. “Saya kaget sekali saat sampai di kandang, kondisi pagar sudah rusak dan sapi-sapi saya tidak ada,” ujar Rifai kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).

Rifai menuturkan, ia telah memelihara ternak tersebut selama bertahun-tahun. Atas kejadian ini, ia menaksir kerugian mencapai Rp60 juta. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas kepolisian menemukan jejak ban mobil di sekitar lokasi kandang, yang diduga kuat digunakan pelaku untuk mengangkut hewan curian.

Dua Korban Lagi di Jenu

Tak berselang lama, aksi serupa kembali terjadi di Desa Beji, Kecamatan Jenu. Dua warga setempat, Kusnan dan Asih, menjadi korban pada Rabu (29/4/2026) dini hari hingga pagi hari.

Kusnan kehilangan satu ekor sapi jenis Simental betina berusia 1,5 tahun. Sementara itu, tetangganya, Asih, kehilangan satu ekor sapi Limosin betina yang masih berusia 10 bulan. Kedua korban baru menyadari ternak mereka hilang saat memeriksa kandang pada pukul 05.00 WIB.

Kepolisian setempat memastikan bahwa hilangnya dua ekor sapi di Jenu memiliki kemiripan modus dengan kasus di Merakurak, yakni kemungkinan besar melibatkan transportasi darat untuk mempercepat proses pencurian.

Polisi Perkuat Penyelidikan

Kapolres Tuban, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim), menyatakan bahwa pihaknya telah menggabungkan kedua kasus tersebut dalam satu penyelidikan intensif. Tim gabungan sedang melacak jejak kendaraan dan memantau jalur-jalur keluar masuk kabupaten yang rawan dijadikan lintasan penyelundupan ternak.

“Kami sedang mendalami keterkaitan antara kedua kasus ini. Ada indikasi kuat bahwa ini adalah aksi sindikat yang memanfaatkan kelengahan pemilik ternak jelang Idul Adha,” ungkap sumber dari Polres Tuban.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tersangka yang diamankan. Namun, polisi terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap jaringan pencurian tersebut.

Warga Diimbau Waspada

Menyusul maraknya kejadian ini, Polresta Tuban mengimbau kepada seluruh peternak dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Mengingat Idul Adha tinggal beberapa hari lagi, permintaan terhadap sapi dan kambing meningkat signifikan, sehingga potensi kejahatan terhadap hewan ternak juga ikut naik.

Beberapa langkah pencegahan yang disarankan meliputi:
1. Memperkuat sistem pengamanan kandang, terutama untuk ternak yang disimpan di lokasi jauh dari pemukiman.
2. Melakukan patroli mandiri atau ronda malam di area peternakan.
3. Segera melaporkan ke pihak kepolisian jika melihat aktivitas kendaraan mencurigakan yang mondar-mandir di area peternakan pada malam hari.

Masyarakat juga diminta untuk tidak membeli hewan kurban dari sumber yang tidak jelas atau dengan harga yang jauh di bawah pasaran, karena berpotensi merupakan hasil curian.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : gfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *