PASURUAN, 6 Mei 2026 – Ketenangan warga pesisir Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pecah pada Selasa (5/5/2026) siang. Sebuah jasad perempuan ditemukan mengambang di perairan laut, sekitar dua kilometer dari garis pantai, memicu kehebohan dan rasa was-was di kalangan masyarakat setempat.
Penemuan tragis ini pertama kali dilaporkan oleh seorang nelayan lokal bernama Mubin. Saat itu, Mubin sedang melakukan aktivitas rutin mencari ikan di zona tersebut. Sekitar pukul 12.20 WIB, ia melihat benda mencurigakan yang ternyata merupakan jasad manusia dalam posisi tengkurap.
“Saat dilihat lebih dekat, korban sudah tidak bernyawa. Saya langsung menghubungi perangkat desa dan rekan-rekan nelayan lainnya untuk segera mengevakuasi dan melaporkan ke pihak berwajib,” ujar Mubin saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.
Mengetahui temuan tersebut, aparat Desa Mlaten bersama sejumlah nelayan bergegas menuju lokasi menggunakan perahu. Jasad korban kemudian berhasil dievakuasi ke darat dan segera diamankan oleh petugas kepolisian dari Polres Pasuruan Kota untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaidi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Dalam keterangannya, ia menyebutkan bahwa kondisi fisik korban menunjukkan tanda-tanda telah berada di dalam air dalam durasi tertentu, meskipun penyebab pasti kematian masih memerlukan hasil autopsi.
“Korban ditemukan dalam posisi tengkurap. Hingga saat ini, identitas korban belum diketahui karena tidak ada kartu identitas atau barang pribadi yang melekat pada tubuh korban,” jelas Aipda Junaidi, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan pemeriksaan awal di TKP, polisi mencatat sejumlah ciri-ciri fisik korban untuk memudahkan identifikasi oleh masyarakat. Korban diduga berusia paruh baya, diperkirakan sekitar 60 tahun. Ia memiliki rambut berwarna hitam kecokelatan. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian sederhana, yakni kaos lengan pendek berwarna abu-abu kehitaman dan celana panjang berwarna hitam.
Hingga Rabu pagi (6/5/2026), jajaran Polres Pasuruan Kota masih terus mendalami kasus ini. Tim penyidik telah mengirimkan jasad korban ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan visum et repertum guna menentukan penyebab kematian, apakah akibat tindak pidana, kecelakaan, atau hal lain.
Polisi juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga yang memiliki anggota keluarga hilang dengan ciri-ciri serupa, untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat. “Kami membuka seluas-luasnya bagi masyarakat yang mengenal atau kehilangan anggota keluarga dengan deskripsi fisik seperti tersebut agar dapat membantu proses identifikasi,” tutup Junaidi.
Keberadaan jasad tanpa identitas ini kini menjadi perhatian serius pihak kepolisian dan dinas sosial setempat, sembari menunggu hasil laboratorium forensik yang diharapkan dapat mengungkap siapa sebenarnya korban dan apa yang menimpanya sebelum ajal menjemput.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!