SURABAYA – Aksi nekat dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) mengguncang kawasan Rungkut Surabaya, modus operandi yang terencana rapi, termasuk penggunaan plat nomor palsu dan pembagian peran antara pengintai dan eksekutor, terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV). Korban, Afif Faustapasha, kehilangan unit Honda Beat Deluxe miliknya pada Minggu (3/5/2026) sore.
Berdasarkan rekaman CCTV yang diperoleh dari pengelola warnet setempat, insiden bermula sekitar pukul 18.08 WIB, saat itu sepasang pelaku terlihat datang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna merah.
Yang mencurigakan, motor tersebut mengenakan plat nomor L 3648 AAY, yang nantinya dikonfirmasi sebagai plat nomor palsu untuk mengelabui petugas dan saksi.
“Saat ditelusuri lebih lanjut melalui rekaman, gerak-gerik mereka memang sudah terencana, satu orang masuk ke dalam warnet seolah-olah menjadi pelanggan untuk memantau situasi, sementara satu lagi tetap di luar menjaga motor dan mengincar target,” ujar sumber dari pihak keamanan lokal, Senin (4/5/2026).
Dalam video berdurasi singkat tersebut, terlihat salah satu pelaku yang berada di dalam warnet keluar dan memberikan isyarat kepada rekannya.
Dengan sigap keduanya langsung mendekati motor Honda Beat Deluxe 2023 berwarna biru dengan plat nomor L 3841 ABR milik Afif Faustapasha yang terparkir di halaman depan, tanpa hambatan berarti mereka membawa kabur motor tersebut hanya dalam hitungan menit.
Kedua pelaku terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan helm untuk menyamarkan identitas wajah, Afif Faustapasha, korban pencurian, menceritakan kronologi kejadian dari sudut pandangnya, Ia mengaku tiba di warnet tersebut pada pukul 16.00 WIB untuk bermain game online.
Namun saat ia hendak pulang sekitar pukul 18.33 WIB, kejutan pahit menantinya, “Pukul 16.00 WIB saya datang dan bermain sampai pukul 18.33 WIB, saat keluar motor saya sudah tidak ada di parkiran.
Saya kaget karena biasanya area sini cukup ramai,” ujar Afif dengan nada menyesal “, senin (4/5/2026), Setelah menyadari kehilangannya, Afif segera menghampiri operator warnet dan meminta izin untuk mengakses rekaman CCTV.
Beruntung kamera pengawas menangkap aksi para pelaku dari berbagai sudut, sehingga motif dan modus kejahatan dapat teridentifikasi dengan jelas, bukti visual ini kemudian menjadi dasar laporan resmi yang diserahkan Afif ke Polsek Rungkut, “Saya sudah lapor ke Polsek Rungkut.
Semoga dari rekaman CCTV ini polisi bisa melacak keberadaan pelaku, terutama karena mereka menggunakan nopol palsu yang mungkin bisa dilacak asal-usulnya atau pola kejahatannya,” pungkas Afif, hingga berita ini diturunkan, Polresta Surabaya dan Polsek Rungkut masih melakukan penyelidikan intensif.
Pihak kepolisian diharapkan dapat mengungkap jaringan di balik penggunaan plat nomor palsu tersebut, mengingat modus ini sering kali berkaitan dengan sindikat kejahatan terorganisir.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, khususnya saat meninggalkan kendaraan di tempat umum, serta memastikan kunci pengaman tambahan tetap digunakan.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!