Buronan Kasus SK ASN Palsu di Gresik Tertangkap di Kalimantan, Modus “Jalur Instan” Rugikan Korban Ratusan Juta

Buronan Kasus SK ASN Palsu di Gresik Tertangkap di Kalimantan, Modus “Jalur Instan” Rugikan Korban Ratusan Juta
liputanjayaraya.com,

Gresik – Pelarian buronan kasus penipuan rekrutmen ASN ilegal akhirnya berakhir. AT alias Antoni, warga Cerme, Kabupaten Gresik, yang diduga sebagai otak penerbitan SK ASN palsu, berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Gresik setelah sempat kabur hingga ke Kalimantan Tengah.

Penangkapan dilakukan di wilayah Seruyan setelah polisi mendapatkan informasi keberadaan pelaku. Tim khusus langsung bergerak cepat melakukan pelacakan dan pengamanan.

Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, mengungkapkan bahwa Antoni melarikan diri saat kasus mulai mencuat ke publik. Namun, upaya pelariannya tidak berlangsung lama.

“Dua hari setelah kabur, kami memperoleh informasi bahwa yang bersangkutan berada di Kalimantan. Tim langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,” ujar Arya, Senin (27/4).

Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan modus menawarkan jalur instan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menjanjikan korban bisa lolos seleksi dengan mudah dan memberikan dokumen berupa Surat Keputusan (SK) yang tampak resmi.

Untuk meyakinkan korban, pelaku meminta sejumlah uang dengan nominal fantastis, berkisar antara Rp75 juta hingga Rp150 juta per orang.

Kasus ini terbongkar setelah salah satu korban datang ke kantor Pemerintah Kabupaten Gresik dengan mengenakan seragam ASN dan membawa SK yang belakangan diketahui palsu. Temuan tersebut memicu penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib.

Dari hasil pendalaman, sedikitnya sembilan korban telah melapor dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Saat ini, Antoni tengah dalam perjalanan menuju Gresik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap segala bentuk penawaran menjadi ASN melalui jalur tidak resmi.

“Rekrutmen ASN dilakukan secara transparan dan tidak dipungut biaya. Jangan mudah tergiur janji instan,” tegas Arya.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : Ash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *