Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang Kota Pahlawan. Widya Riskyanti (28), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Surabaya, menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (5/6/2026) sore.
Nyawa perempuan muda itu tidak tertolong setelah empat hari berjuang melawan cedera kritis akibat menjadi korban penjambretan di Jalan Kusuma Bangsa, Surabaya.
Widya dinyatakan meninggal dunia di RSU Dr. Soetomo Surabaya sekitar pukul 15.00 WIB. Kematian ini menutup rangkaian peristiwa memilukan yang bermula pada Selasa (2/6/2026) sore, saat ia dalam perjalanan pulang dari kantor.
Detik-Detik Kejadian Mencekam
Berdasarkan penelusuran detikJatim, insiden terjadi sekitar pukul 17.35 WIB. Saat itu, Widya sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat melintasi Jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di area belakang Grand City Mall Surabaya.
Dalam kondisi lalu lintas yang padat, pelaku diduga memanfaatkan kelengahan korban untuk melakukan aksi jambret. Akibat tarikan kuat dari pelaku, Widya kehilangan keseimbangan, terjatuh dari motornya, dan mengalami benturan keras di bagian kepala. Helm pelindungnya terlepas dari kepala, meninggalkan korban tergeletak tak sadarkan diri di aspal.
Pelaku berhasil kabur membawa tas korban yang berisi ponsel dan dompet. Di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan tali tas yang putus dan motor milik korban yang masih terparkir.
Pertolongan Darurat dan Identifikasi Korban
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya tiba di lokasi tak lama setelah menerima laporan melalui Command Center 112 Surabaya. Melihat kondisi korban yang kritis dan tanpa identitas, petugas langsung memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi Widya ke rumah sakit.
Proses identifikasi korban sempat menemui kendala karena tidak adanya kartu tanda penduduk atau identitas lain di tubuh Widya. Namun, berkat koordinasi cepat antara Command Center 112, Polresta Surabaya, Satpol PP, serta relawan, data diri Widya akhirnya berhasil diverifikasi. Pihak keluarga pun segera dihubungi.
Isnaini Budiarti (53), ibu dari korban, mengaku mendapat kabar mencengangkan tersebut dari tetangganya pada malam hari, saat ia sedang berada di Rusun Indrapura. Awalnya, Isnaini sudah merasa cemas karena hingga pukul 18.00 WIB, putrinya belum juga pulang dan panggilan WhatsApp-nya tidak direspons.
“Saya langsung konfirmasi ke RSU Dr. Soetomo. Saya kaget sekali melihat kondisi anak saya yang sudah kritis,” kenang Isnaini dengan suara bergetar, Minggu (7/6/2026).
Perjuangan Empat Hari yang Sia-sia
Sesampainya di RSU Dr. Soetomo, Widya langsung mendapatkan perawatan intensif di ICU. Tim medis segera melakukan operasi pada hari pertama rawat inap untuk menangani cedera kepala parah yang dideritanya.
“Luka bagian kepala paling banyak. Saat ditemukan, dia tergeletak dan helmnya sudah copot,” ujar Isnaini menjelaskan kondisi putrinya saat pertama kali dilihat.
Selama empat hari, keluarga terus berdoa dan mendampingi Widya. Namun, kondisi kesehatan ASN muda tersebut terus memburuk. Pada Jumat (5/6/2026) sore, dokter menyatakan upaya penyelamatan nyawa Widya telah mencapai batas maksimal.
Duka Mendalam Keluarga
Kehilangan Widya meninggalkan duka yang mendalam bagi kedua orang tuanya dan kerabat dekat. Widya dikenal sebagai anak yang penurut dan pekerja keras. Ia sehari-hari mengenakan seragam dinas berupa batik Korpri, jaket putih, celana panjang hitam, dan kerudung hitam—pakaian yang masih melekat di tubuhnya saat ditemukan petugas.
Keluarga berharap kasus ini dapat diusut tuntas oleh pihak kepolisian agar para pelaku penjambretan dapat ditangkap dan dihukum sesuai undang-undang. Selain itu, tragedi ini juga menjadi pengingat keras bagi masyarakat Surabaya akan pentingnya kewaspadaan terhadap kejahatan jalanan, terutama di ruas jalan yang rawan seperti kawasan pusat perbelanjaan.
Hingga berita ini diturunkan, Polresta Surabaya masih terus mengembangkan penyelidikan untuk menangkap para pelaku yang bertanggung jawab atas meninggalnya Widya Riskyanti.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!