Harapan DH (30) untuk pulang ke Bogor pada 27 Oktober 2026 demi merayakan ulang tahun putranya, AG (4), sekaligus menyunatkan sang anak, tak pernah terwujud. Komunikasi terakhir dengan keluarga pada 20 Oktober justru menjadi jejak terakhir sebelum ibu dan anak itu menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan DBM, suami siri DH, di Kota Madiun, Jawa Timur.
Kakak kandung DH, Rika Kartika, mengungkapkan bahwa adiknya sempat menyampaikan rencana pulang ke Bogor untuk merayakan hari istimewa putranya bersama keluarga besar.
“Komunikasi terakhir tanggal 20 (Oktober). Ceritanya dia tanggal 27 mau ke sini (pulang ke Bogor), ngerayain ulang tahun anaknya dan nyunatin anaknya,” kata Rika, dikutip dari Liputan6 SCTV, Selasa (27/10/2026).
Sejak menikah dan tinggal bersama suaminya di Madiun, DH disebut jarang pulang ke rumah keluarganya di Bogor. Dalam setahun terakhir, ia hanya sekali pulang. Meski terpisah jarak, komunikasi dengan keluarga tetap terjalin hampir setiap hari melalui telepon maupun panggilan video.
Rika mengenang adiknya sebagai sosok yang baik dan rutin menanyakan kabar keluarga. DH juga tidak pernah menceritakan persoalan rumah tangganya secara terbuka kepada keluarga.
“Orangnya baik, telepon setiap hari. Video call nanya-nanyain keluarga,” tuturnya.
Karena komunikasi selama ini berjalan normal, keluarga mengaku tidak memiliki firasat buruk. Namun, setelah komunikasi terakhir pada 20 Oktober, DH mendadak tak lagi bisa dihubungi.
“Sejak tanggal 20 sudah tidak ada komunikasi. Sudah loss,” ungkap Rika.
Berawal dari Laporan Orang Hilang
Hilangnya DH dan AG akhirnya mengungkap dugaan tindak pidana pembunuhan setelah Polda Jawa Timur melakukan penyelidikan atas laporan orang hilang.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, mengatakan hasil penyelidikan mengarah pada dugaan bahwa kedua korban telah dibunuh oleh suami siri DH.
“Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata hilangnya korban karena terjadi pembunuhan yang dilakukan suami siri dari perempuan tersebut,” ujar Roy di Surabaya, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa tersebut diduga terjadi di kamar Hotel Mataram Baru, Jalan Dr. Soetomo, Kota Madiun, pada Selasa (20/10/2026). DBM diduga membunuh DH terlebih dahulu, kemudian menghabisi nyawa AG yang masih berusia empat tahun.
Polisi menyebut tersangka diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membawa jasad korban ke pekarangan rumah untuk dibakar. Dalam proses tersebut, tersangka juga diduga menggunakan mesin penggilingan daging sebelum kembali membakar sisa jasad korban.
“Untuk menghilangkan jejak, pelaku membakar korban di pekarangan rumah dan dimasukkan di mesin penggilingan daging dan dibakar lagi, serta rencananya dibuang ke laut,” jelas Roy.
Penyidik masih melakukan pencarian terhadap sisa jasad korban, termasuk potongan tulang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Diduga Dipicu Persoalan Rumah Tangga
Polisi menduga pembunuhan ini dipicu dendam yang berkaitan dengan persoalan rumah tangga. Perselisihan disebut memuncak setelah istri sah tersangka menjalin komunikasi dengan DH.
DBM ditangkap pada Minggu (25/10/2026). Sejumlah barang bukti telah diamankan, sementara penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, motif tersangka, serta kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam pembunuhan tersebut.
Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Rencana seorang ibu untuk membawa putranya pulang ke kampung halaman, merayakan ulang tahun, dan menyunatkannya berubah menjadi tragedi yang kini tengah diusut aparat penegak hukum.
Polisi masih melanjutkan penyidikan untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dan memastikan pertanggungjawaban hukum pihak yang diduga terlibat.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!
