Peristiwa tragis mengguncang warga Kabupaten Batanghari setelah seorang petani karet ditemukan tewas diduga akibat serangan ular piton berukuran besar, Senin (16/3/2026).
Insiden ini menjadi pengingat nyata akan potensi bahaya satwa liar di kawasan perkebunan yang berbatasan dengan habitat alami.
Korban diketahui bernama Mael (sekitar 50 tahun), warga Desa Rambutan Masam. Ia ditemukan tidak bernyawa di kebun karetnya, yang berada di dekat aliran anak sungai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pagi itu berangkat ke kebun untuk menyadap karet seperti rutinitas sehari-hari. Namun hingga siang hari, ia tidak kunjung pulang. Keluarga yang mulai khawatir kemudian meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian.
Pencarian yang berlangsung beberapa jam akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di tepi sungai, dengan sejumlah luka pada tubuh yang diduga kuat akibat lilitan ular.
Di sekitar lokasi kejadian, warga juga menemukan seekor ular piton berukuran besar. Hewan tersebut diduga sebagai pelaku yang menyerang korban. Demi menghindari potensi ancaman lanjutan, warga kemudian membunuh ular tersebut.
Peristiwa ini sontak menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat, khususnya para petani yang sehari-hari beraktivitas di area kebun. Lokasi kebun yang berdekatan dengan hutan dan sumber air dinilai menjadi habitat potensial bagi satwa liar, termasuk ular berukuran besar.
Sejumlah warga mengaku kini lebih waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di kebun. Mereka berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk memberikan edukasi maupun langkah mitigasi guna mengurangi risiko konflik antara manusia dan satwa liar.
Kejadian ini kembali menegaskan bahwa interaksi antara manusia dan satwa liar masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Indonesia.
Diperlukan kewaspadaan ekstra, serta upaya bersama dalam menjaga keselamatan tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!