Penemuan Mayat Perempuan di Pinggir Pantura Pasuruan, Diduga Korban Pembunuhan

Penemuan Mayat Perempuan di Pinggir Pantura Pasuruan, Diduga Korban Pembunuhan
liputanjayaraya.com,

Warga Desa Sambirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan jasad seorang perempuan di area pinggir Jalan Raya Pantura, Senin (23/3/2026) sore. Jasad tersebut ditemukan di dekat tower seluler, tepatnya di kawasan rawa-rawa yang berada di jalur Grati–Kraton.

Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang hendak memancing di lokasi tersebut. Saat tiba di area rawa, ia mencium bau menyengat dan menemukan sesosok tubuh perempuan dalam kondisi mengenaskan, sebelum akhirnya melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.

Korban diperkirakan berusia sekitar 35 tahun. Saat ditemukan, jasad berada dalam posisi terlentang dengan kondisi sudah mulai membusuk. Pakaian yang dikenakan korban tampak robek, dan korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang tanpa mengenakan pakaian dalam.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat adanya tindak kekerasan sebelum korban meninggal dunia. Bahkan, tidak menutup kemungkinan korban merupakan korban pembunuhan yang jasadnya sengaja dibuang di lokasi tersebut untuk menghilangkan jejak.

“Awalnya ada laporan dari warga yang mau memancing ke rawa. Setelah dicek, ternyata benar ada mayat perempuan. Kami langsung melaporkan ke pihak kepolisian,” ujar Wujud, Ketua RT setempat.

Warga sekitar mengaku tidak mengenali korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa perempuan tersebut bukan warga setempat dan kemungkinan merupakan korban yang dibuang oleh pelaku di lokasi yang relatif sepi dan tersembunyi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi korban dan penyelidikan penyebab pasti kematian. Petugas juga telah mengevakuasi jasad korban untuk dilakukan autopsi guna mengungkap fakta di balik kematian tragis tersebut.

Kasus ini menambah daftar peristiwa kriminal yang menggegerkan warga di wilayah Pasuruan, khususnya di jalur Pantura yang dikenal cukup padat namun memiliki sejumlah titik rawan yang sepi di waktu tertentu.

Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!

*) Oleh : (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *