Surabaya – Aksi komplotan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Surabaya berakhir tragis. Tiga pelaku babak belur setelah dihajar massa usai kepergok mencuri sepeda motor di kawasan Jalan Margorejo, Kecamatan Wonocolo.
Ketiga pelaku masing-masing berinisial RJ (21), RR (20), dan FI (21), yang diketahui merupakan warga Surabaya. Mereka ditangkap warga pada Sabtu (28/3) siang, setelah aksinya terbongkar saat merusak kunci setir motor milik penghuni rumah kos.
Peristiwa bermula ketika salah satu warga memergoki gerak-gerik mencurigakan para pelaku. Saat itu, mereka tengah berusaha membobol kunci sepeda motor menggunakan alat khusus. Menyadari aksinya diketahui, warga langsung berteriak “maling” yang sontak mengundang perhatian warga lainnya.
Teriakan tersebut memicu aksi kejar-kejaran. Warga yang geram langsung mengepung para pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan di kawasan Jalan Ahmad Yani. Tak pelak, ketiganya menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diserahkan ke pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan awal, komplotan ini ternyata bukan pemain baru. Polisi mengungkap bahwa mereka telah melakukan aksi pencurian di sedikitnya 15 tempat kejadian perkara (TKP) yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik.
Adapun sejumlah lokasi yang menjadi sasaran di antaranya kawasan Jemur Wonosari Lebar, Jalan Jemur Ngawinan, Jalan Wonocolo Masjid, sekitar minimarket di Jalan Ngaglik, Jalan Slamet, Jalan Sidotopo Baru, Jalan Balongsari Krajan, Jalan Sulawesi, Jalan Wonocolo Pabrik Kulit, hingga Jalan Buntaran.
Tak hanya itu, pelaku juga beraksi di wilayah luar Surabaya seperti Jalan Driyorejo di Gresik, Jalan Trosobo di Sidoarjo, serta Perumahan Alam Pesona Krian.
Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor jenis Honda Vario, kunci T, kunci palsu, serta beberapa pelat nomor yang diduga hasil dari kendaraan curian.
Kepada petugas, para pelaku mengaku menjual sepeda motor hasil curian dengan harga sekitar Rp3 juta per unit. Uang tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, ketiga pelaku telah diamankan di kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan keamanan kendaraan, seperti menggunakan kunci ganda, guna mengantisipasi aksi kejahatan serupa.
Apa pendapatmu? Tulis di kolom komentar dengan sopan dan beretika. Jangan lupa bagikan agar semakin banyak yang tahu!